Dua Bulan Hasil Uji Sampel Belum Keluar, Kasus Babi Mati di Bangli Masih Misteri

Kasus kematian babi di beberapa wilayah Kabupaten Bangli, Bali, hingga kini masih menjadi misteri

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Kadis PKP Bangli I Wayan Sarma. Dua Bulan Hasil Uji Sampel Belum Keluar, Kasus Babi Mati di Bangli Masih Misteri 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Kasus kematian babi di beberapa wilayah Kabupaten Bangli, Bali, hingga kini masih menjadi misteri.

Hal ini tidak terlepas dari uji sampel lab babi yang belum keluar hingga dua bulan ini.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli I Wayan Sarma ketika dikonfirmasi, Minggu (26/4/2020), membenarkan hal tersebut.

Ia mengaku tidak tahu secara pasti apa penyebab hasil uji sampel tersebut belum keluar.

“Saya kurang tahu, apakah hasilnya sudah diberikan ke provinsi atau bagaimana. Yang jelas, hasil sampel tersebut masih dikoordinasikan,” ucapnya.

Sarma tidak menampik hingga kini masih terdapat kematian babi di sejumlah wilayah.

Kendati demikian, ia menegaskan kematian tersebut tidak serta merta diakibatkan African Swine Fever (ASF) ataupun Hog Cholera.

“Masih ada, tapi belum tentu mengarah ke gejala ASF. Ada yang karena melahirkan, ataupun penyakit lain. Sesuai pendataan jumlah kematian babi mencapai 249 ekor,” sebutnya.

Sesuai pendataan tersebut, lanjut Sarma, kematian babi paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Susut, yakni dengan 124 ekor.

Selanjutnya di Kecamatan Bangli sebanyak 71 ekor, Kecamatan Kintamani sebanyak 53 ekor, dan Kecamatan Tembuku sebanyak 1 ekor.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved