Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Orangtua Harus Tahu, Ini Tanda-tanda Disleksia Pada Anak

Disleksia merupakan kesulitan belajar yang membuat anak kesulitan membaca atau menulis secara benar.

Gambar oleh klimkin dari Pixabay
Foto ilustrasi anak-anak yang sedang belajar menulis 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hampir semua orangtua berharap memiliki anak yang pintar dan cerdas. 

Mereka pun berusaha mencari tahu teknik belajar yang bagus dan sesuai dengan anak-anaknya.

Namun tidak semua anak dapat menangkap semua pelajaran yang diberikan orangtua ataupun gurunya.

Ada beberapa anak yang mengalami kesulitan belajar.

Simple & Easy Booking at Tanaya Bed & Breakfast

Tercatat 15 Kasus Transmisi Lokal Positif Covid-19 Terjadi di Denpasar hingga Hari Ini

DaLa Spa Betel Lime Ritual

Disleksia merupakan kesulitan belajar yang membuat anak kesulitan membaca atau menulis secara benar.

Di dunia pendidikan yang didominasi keterampilan membaca, menulis, dan berhitung, gangguan disleksia dapat membuat anak frustasi.

Sekolah dapat menjadi mimpi buruk bagi anak-anak dengan disleksia.

Tanpa disadari, seorang anak dengan kesulitan belajar sering merasa tidak diinginkan di sekolah bahkan di era sistem pendidikan modern, karena orang-orang di sekitarnya termasuk guru, masih menganggap mereka bodoh atau malas.

Berdasarkan data Dyslexia Association of Singapore (DAS), diperkirakan ada sekitar 10 persen dari total populasi dunia menderita disleksia.

Jumlah yang cukup besar.

Sederet tokoh terkenal, seperti aktor Tom Cruise dan Orlando Bloom hingga mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew, tercatat sebagai penyandang disleksia.

Anak-anak dengan disleksia mungkin lemah dalam proses mempelajari tata bahasa, memori, dan mengurutkan suatu rangkaian.

Disleksia dapat dikenali dengan tanda-tanda sebagai berikut:

  • Kesulitan membedakan huruf yang mirip seperti b/d atau p/q.
  • Kesulitan mengurutkan huruf menjadi rangkaian kata, menafsirkan "pesawat" sebagai "sepawat" atau "buku" sebagai "kubu". Atau pengurangan huruf dalam kata-kata, seperti membaca "terbang" sebagai "terang".
  • Beberapa tanda lain termasuk tulisan tangan yang berantakan dan pengurangan huruf atau kalimat ketika membaca naskah.

Meski begitu, disleksia tidak memengaruhi tingkat kecerdasan seseorang.

Seperti anak-anak lain, anak-anak dengan disleksia memiliki kekuatan dan kelemahan yang unik.

Mereka mungkin mengalami kesulitan dalam pengembangan tata bahasa tetapi sangat berbakat di bidang lainnya seperti musik atau olahraga.

Mengasah kemampuan Orangtua dan guru memiliki peran penting dalam proses belajar anak-anak dengan disleksia.

Sebagai pemberi layanan bimbingan profesional untuk siswa di wilayah Asia Tenggara dan China, DAS memberi saran cara mengembangkan kemampuan bahasa dan menemukan talenta anak-anak dengan disleksia:

1. Mengajar dengan kreatif

Saat berinteraksi dengan anak, gunakan bahasa yang jelas dan sederhana dan hindari penggunaan kata-kata yang sulit.

Lakukan kegiatan yang melibatkan berbagai panca indera seperti indera penglihatan, pendengaran, kinestetik, sentuhan, guna membantu perkembangan anak.

2. Membaca buku

Aktivitas menyenangkan yang dapat dilakukan bersama anak-anak adalah membaca buku!

Selain meningkatkan kosakata anak, kegiatan ini dapat membantu mereka membuat model kalimat, bentuk kalimat, dan fonetik.

3. Membantu mereka untuk fokus

Beberapa anak mungkin menghadapi kesulitan dalam menghafal, berpikir adaptif, dan mengendalikan diri.

Untuk itu, dukung proses belajar mereka dengan memberikan alat bantu visual, menyalakan musik di latar belakang untuk mengurangi gangguan, dan melatih fokus mereka dengan meditasi.

4. Selalu libatkan mereka

Beri kesempatan bagi mereka untuk bertanggung jawab atas proses belajarnya.

Ini dapat dilakukan dengan melibatkan mereka dan menjadikannya peserta aktif.

Selain itu, tantang mereka di bidang-bidang dimana mereka memiliki potensi agar kita dapat menemukan dan mengembangkan talentanya.

5. Jadilah teman yang baik

Mulailah percakapan yang bermakna dengan mereka.

Tidak ada cara yang lebih baik dalam membantu proses belajar anak, selain dengan menjadi anggota keluarga, guru dan teman yang mendukung, ingin mendengarkan, serta siap membantu.

Anda juga dapat memotivasi mereka dengan menetapkan tujuan yang realistis dalam mengembangkan minatnya.

Tawarkan bantuan kepada anak sambil mengajarkan tanggung jawab secara bertahap, agar mereka dapat memperoleh pembelajaran dan pengembangan yang lebih besar.

Selain berbagai metode di atas, ingatlah bahwa setiap anak berbeda.

Untuk itu, penting bagi kita untuk menyadari tantangan setiap anak, meluangkan waktu, dan berupaya dalam menemukan talenta mereka.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Tanda Disleksia, Kesulitan Belajar pada Anak", https://lifestyle.kompas.com/read/2020/04/24/204330420/mengenal-tanda-disleksia-kesulitan-belajar-pada-anak?page=all#page2.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved