PMI asal Jembrana Akui Fasilitas Karantina Nyaman, Makan Teratur dan Bisa Olahraga

Kami mendapatkan fasilitas dengan baik, mulai makan dan tempat tinggal, bahkan ada fasilitas olahraga.

tribun bali/ i made ardhiangga ismaya
Bupati Jembrana Putu Artha saat ngecek PMI yang dikarantina di Hotel Jimbarwana, Senin (27/4/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Sebanyak 166 PMI (Pekerja Migran Indonesia) asal Jembrana sudah menjalani karantina di lima hotel berbeda di Jembrana.

Lima hotel itu di antaranya Hotel Bali Sunset, Hotel Hapel Desa Baluk, Hotel Jimbarwana, Hotel Ratu dan Negara Hotel (eks Hardys Hotel).

Bupati Jembrana I Putu Artha pun menaruh perhatian serius terhadap para PMI.

Pada Senin (27/4/2020), Bupati Artha turun langsung memeriksa para PMI di tiga dari empat hotel yang menjadi tempat karantina, yakni Hotel Hapel, Hotel Ratu dan Negara Hotel.

Artha hendak memastikan pelayanan makanan, kesehatan bahkan kenyamanan selama dikarantina.

"Berikan pelayanan terbaik untuk mereka, jangan sampai para PMI mendapat pelayanan yang buruk," ucap Artha.

Di lain sisi, Artha meminta PMI patuh terhadap kebijakan dan imbauan pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19 Jembrana.

"Selama dikarantina saya ingatkan untuk menjaga kondisi dan selalu mengikuti imbauan pemerintah, karena ini demi keselamatan kita bersama," ungkapnya.

Seorang PMI asal Desa Batuagung, Jembrana, Dayu Indah mengakui, selama menjalani karantina di Hotel Hapel Baluk, Pemkab Jembrana telah berupaya dengan baik, memberikan fasilitas yang cukup.

"Saya sangat berterimakasih sekali kepada pemerintah yang telah memfasilitasi kami selama dikarantina di sini," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved