Berhasil Sembuhkan Dua PDP, Buleleng Tambah Lagi Dua Pasien Positif Corona

Hasil tes swab berubah-ubah, pertama positif, kedua negatif, ketiga positif, keempat negatif, dan swab kelima kembali negatif.

tribun bali/ ratu ayu desiani
Sekda Buleleng Gede Suyasa 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Buleleng dengan kode 15 dan 16 dinyatakan sembuh dan sudah dipulangkan.

Keduanya merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Namun, RS Pratama Giri Emas juga kembali mendapat tambahan dua PDP baru, yang hasil swabnya terkonfirmasi positif virus Corona.

Dua pasien baru dengan kode 19 dan 20 ini juga PMI.

Sekda Buleleng yang juga Sekretaris Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19 Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, khusus untuk PDP 15 terhitung cukup lama dirawat di RS Pratama Giri Emas, yakni 10 hari karena hasil swabnya berubah-ubah.

Swab pertama positif, kedua negatif, ketiga positif, keempat negatif, dan swab kelima kembali negatif.

Karena swab keempat dan kelima berturut-turut negatif, maka PDP 15 langsung diperbolehkan pulang.

Sedangkan PDP 16, dirawat di RS Pratama Giri Emas selama delapan hari.

Setelah memulangkan dua PDP, Suyasa mengakui, kembali terjadi penambahan dua PDP yang hasil swabnya positif virus Corona.

Mereka adalah PDP 19 dan 20 yang juga PMI. Sehingga saat ini, RS Pratama Giri Emas merawat empat pasien terkonfirmasi positif, yakni PDP 17, PDP 18, PDP 19, dan PDP 20.

"Dua PDP baru ini (19 dan 20) merupakan PMI yang ikut rapid test massal. Hasilnya positif, kemudian langsung dikarantina di Giri Emas. Setelah itu dites swab, dan hasilnya terkonfirmasi positif juga," terang Suyasa, Selasa (28/4/2020).

Saat ini gugus tugas yang dipimpin Kadis Kesehatan dr I Gusti Mahapramana sedang melacak di salah satu pasar desa di Buleleng.

Sebab, ada dua pasien (PDP 13 dan PDP 18) adalah pedagang di desa tersebut, yang terkonfirmasi positif virus Corona.

"Saat ini sedang dilakukan tracing di pasar itu, kepada siapa dua PDP ini sempat melakukan kontak. Bila perlu nanti semua pedagang yang ada di pasar itu akan kami rapid test. Makanya sekarang Kadiskes sedang melakukan tracing lebih dalam lagi," jelasnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved