Corona di Bali

Lepas Karantina, PMI Jembrana Berikan Sembako ke House Keeping hingga Tenaga Medis

Sekitar 18 PMI (Pekerja Migran Indonesia) kloter pertama yang menjalani karantina di Hotel Jimbarwana diperbolehkan pulang.

Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Pelepasan PMI oleh Bupati Artha dan Wakil Bupati Made Kembang Hartawan, Selasa (28/4/2020). PMI membagikan sembako kepada garuda terdepan dalam pemantauan PMI. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Sekitar 18 PMI (Pekerja Migran Indonesia) kloter pertama yang menjalani karantina di Hotel Jimbarwana diperbolehkan pulang.

Mereka sudah menjalani karantina selama 14 hari sesuai dengan ketentuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana.

Pelepasan kloter pertama ini pun dihadiri oleh Bupati Jembrana I Putu Artha, Wakil Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, Sekda Jembrana I Made Sudiada, Dandim Jembrana dan Kapolres Jembrana.

CONTOH Puisi Bertemakan Keluarga Untuk Materi Belajar dari Rumah TVRI Kelas 4-6 SD

Ini Pembahasan Demam Puisi dalam Program Belajar dari Rumah di TVRI, Untuk Kelas 4-6 SD

Curhat Pilu 2 Pemudik di Jakarta, Tas Dicuri Sampai Telantar di Terminal & Jalan Kaki ke Penampungan

Dari pantauan perwakilan PMI nampak membagikan sebuah bingkisan berupa tas kain berwarna merah.

Di mana berisikan sembako.

Sembako itu dibagikan kepada pihak yang menangani langsung para PMI, seperti house keeping, cleaning servis, dan tenaga medis yang langsung memantau perkembangan PMI.

Bupati Jembrana, I Putu Artha menuturkan, bahwa pemulangan PMI ini merupakan pertama kali di Bali, atau baru Jembrana yang memulangkan.

Dinyatakan Sembuh dari Covid-19, Menhub Budi Karya Ucapkan Terima Kasih Atas Kerja Keras Tim Medis

Presiden Jokowi Dapat Surat dari Penjara Bagaimana Cara Atasi Corona di Indonesia

Kematian Ratusan Babi di Klungkung Masih Misterius, Belum Tentu Akibat ASF

Ada sekitar 18 orang PMI dengan menjalani dua kali tes rapid dan hasilnya negatif, hingga akhirnya dipulangkan.

Setelah pulang, maka Artha meminta supaya PMI menjadi leader atau contoh untuk penanggulangan Covid-19 di Jembrana.

"Semoga mereka menyampaikan apa yang dilakukan isolasi atau karantina di hotel Jimbarwana. Dan PMI yang sudah menjalani karantina dan dipulangkan bukanlah orang yang membawa virus dari luar negeri," ucapnya Selasa (28/4/2020).

Terkait stigma negatif, Artha menegaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten Jembrana sudah menyampaikan ke Bendesa dan Camat, bahwa PMI di karantina sudah sesuai prosedur kesehatan.

Bocah 12 Tahun Itu Dibawa ke RS Sudah Tak Sadarkan Diri, Akhirnya Meninggal

Rating TVRI Melesat Selama Pandemi Corona dan Jawaban Soal yang Bocor

Pendek kata, mereka akan sangat diperhatikan apakah terjangkit atau tidak.

Ketika sudah lolos dan dipulangkan maka mereka dinyatakan sehat.

Bahkan, mereka juga sudah menjalani rapid test sebelum pulang ke Indonesia.

"Saat tiba di Bali atau saat tiba di Jembrana juga menjalani rapid test. Semua negatif. Kalau positif memang ada, maka langsung di rumah sakit umum Negara dirawatnya," bebernya. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved