Negatif Covid, 18 PMI Jembrana Bersyukur Akhirnya Kumpul Keluarga

Karena dinilai berhasil dalam karantina, para PMI kloter pertama ini diminta menjadi leader atau contoh dalam penanggulangan Covid-19 di Jembrana.

tribun bali/ i made ardhiangga ismaya
PMI yang dikarantina di Hotel Jimbarwana dipulangkan, Selasa (28/4/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Sebanyak 18 PMI (Pekerja Migran Indonesia) asal Jembrana kloter pertama yang menjalani karantina di Hotel Jimbarwana akhirnya diperbolehkan pulang.

Mereka sudah menjalani karantina selama 14 hari sesuai ketentuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19 Jembrana.

Pelepasan kloter pertama, Selasa (28/4/2020) dihadiri Bupati Jembrana I Putu Artha, Wabup I Made Kembang Hartawan, Sekda I Made Sudiada, Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok, dan Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa.

Di sela-sela pelepasan, perwakilan PMI membagikan bingkisan paket sembako dalam tas kain merah kepada pihak yang turut membantu dalam karantina.

Seperti house keeping, cleaning service, kemudian tenaga medis yang terus memantau perkembangan PMI.

Bupati Putu Artha menuturkan, pemulangan PMI ini merupakan yang pertama di Bali.

Ada 18 PMI yang telah menjalani dua kali rapid test dan hasilnya negatif.

Karena dinilai berhasil dalam karantina, Artha meminta PMI kloter pertama ini menjadi leader atau contoh dalam penanggulangan Covid-19 di Jembrana.

"Semoga mereka menyampaikan apa yang dilakukan selama isolasi atau karantina di Hotel Jimbarwana. PMI yang sudah menjalani karantina dan dipulangkan bukanlah orang yang membawa virus dari luar negeri," tegas Artha.

Terkait stigma negatif, Artha mengatakan, Pemkab sudah menyampaikan ke bendesa dan camat, bahwa PMI di karantina sudah sesuai prosedur kesehatan.

Halaman
123
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved