Tambah Delapan Warga Positif, Satgas Covid Bangli Kaji Penerapan PSBB di Banjar Serokadan

Tiga hari menjalani karantina di RSU Bangli, delapan warga Banjar Serokadan, Desa Abuan, Susut positif Covid akhirnya dirujuk ke Bapelkes Denpasar.

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Humas Satgas Penaggulangan Covid-19 Bangli I Wayan Dirgayusa 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Kasus positif Covid- 19 di Bangli makin membengkak.

Terbaru, delapan warga dinyatakan positif Covid berdasarkan hasil tes swab kemudian dirujuk ke Bapelkes Denpasar.

Cepatnya penambahan kasus positif, memaksa Satgas Penanggulangan Covid- 19 Bangli mengkaji pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) lokal.

Humas Satgas Penanggulangan Covid- 19 Bangli, I Wayan Dirgayusa mengatakan, ketua Satgas telah menginstruksikan kepada seluruh anggota untuk segera mengambil langkah penanganan.

Hal ini tidak terlepas dari banyaknya kasus positif yang datang dari wilayah Banjar Serokadan, Desa Abuan, Susut. Setelah sebelumnya ada seorang PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang melakukan karantina mandiri namun tidak disiplin, tetap berbaur dengan warga sekitar.

Dirgayusa mengaku juga telah diperintahkan untuk melakukan telaah dan koordinasi untuk penerapan PSBB.

Pria asal Desa Demulih, Susut ini menjelaskan, secara umum penerapan PSBB juga menerapkan pembatasan akses masuk dan keluar wilayah tersebut.

“Namun hal ini masih dikaji lagi dari BPBD, bagaimana pelaksanaan PSBB secara khusus di Banjar Serokadan,” jelas Dirgayusa, Selasa (28/4/2020).

Kasus terbaru, tiga hari menjalani karantina di RSU Bangli, delapan warga Banjar Serokadan, Desa Abuan, Susut akhirnya dirujuk ke Bapelkes Denpasar.

Delapan warga tersebut dinyatakan positif Covid berdasarkan hasil tes swab.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved