Gianyar Terima Reward Berupa TPS 3R dari Kementerian PUPR

Keseriusan DLH Gianyar dalam pengelolaan sampah, mendapatkan apresiasi dari Kementerian PUPR

Dok Gianyar
Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) dari Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Bali, beraudensi ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, Rabu (29/4/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Sejumlah Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) dari Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Bali, beraudensi ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, Rabu (29/4/2020).

Kedatangan mereka menyampaikan, atas keseriusan DLH Gianyar dalam pengelolaan sampah, mendapatkan apresiasi dari Kementerian PUPR, barupa satu unit TPS 3R atau sistem pengolahan sampah dengan teknologi, yang jika dirupiahkan berkisaran Rp 600 juta.

Koordinator TFL, Dewa Alit Setiarsa mengatakan, Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Bali secara cermat, telah memantau keseriusan pemkab/kota se Bali dalam mengelola sampah.

Hasilnya, kata dia, diketahui tidak semua daerah di Bali berhasil menangani permasalahan sampah.

“Bahkan kami temukan, ada daerah yang program TPS 3R-nya tidak jalan,” ujar Dewa Alit.

Penyebab permasalahan tersebut, kata dia adalah tidak ada biaya operasional dan kurangnya komitmen penanggulangan sampah secara serius.

Dari 9 kabupaten/kota di Bali, yang mendapat apresiasi dari Kementerian PUPR hanya lima, yakni Gianyar, Jembrana, Tabanan, Klungkung dan Buleleng.

“Apresiasi kami dalam bentuk pemberian TPS 3R, dimana nilainya ini Rp 600 juta. Terdiri dari unit hanggar, mesin pencacah sampah, mesin pengayak, motor angkut sampah jenis motor cikar, perkantoran sederhana dilengkapi toilet. Anggaran yang bersumber dari APBN ini tidak boleh dipakai untuk honor-honor, hanya boleh dipakai tiga persen untuk biaya operasional,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, TPS 3R ini dikelola dengan pola swakelola oleh kelompok masyarakat (pokmas) berbasis banjar, desa adat atau kedinasan.

Idealnya TPS 3R ini dibangun di atas lahan seluas 8 - 15 are yang disediakan oleh pokmas.

“Harapan kami, karena dikelola pokmas, TPS 3R ini dananya juga ditopang oleh desa, khususnya untuk pembuatan pagar dan kebutuhan standar lainnya.

Kepala DLH Gianyar, Wayan Kujus Pawitra mengatakan, program TPS 3R ini sejalan dengan konsep penanganan dan pengelolaan sampah di Gianyar, yang sedang menuju ke arah teknologi terbarukan.

Bahkan saat ini sejumlah desa tengah menyiapkan TPS 3R, dan sejumah desa juga telah memilikinya, yang selama ini dikelola desa adat dan komunitas.

“Bantuan ini sangat berarti bagi DLH dan desa yang masih membutuhkan. Lebih-lebih bantuan ini tak hanya berupa fisik, tetapi juga pendampingan berbasis pokmas. Kami akan segera membuat kajian tentang desa atau kelurahan mana yang tepat untuk mendapatkan TPS 3R ini,” ujar Kujus.

(*)

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved