Lion Air dan Garuda Bakal Layani Penerbangan Domestik Khusus di Zona Merah Mulai Awal Mei

Ini terkait adanya perizinan khusus penerbangan atau exemption flight dari Kementerian Perhubungan selama penerapan PSBB.

Tribun Bali/ Zaenal Nur Arifin
Ilustrasi Pesawat Boeing 737-900ER milik Lion Air 

TRIBUN-BALI.COM - Maskapai penerbangan lokal bakal kembali mengudara di bandara-bandara yang masuk zona merah atau masih dalam tahap penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), misalnya saja Bandara Soekarno Hatta, cengkareng.

Hal ini terkait adanya  perizinan khusus penerbangan atau exemption flight dari Kementerian Perhubungan selama penerapan PSBB.

Penerbangan khusus ini hanya untuk melayani para pebisnis atau perusahaan untuk operasional angkutan kargo dan bukan untuk melakukan mudik.

Selain itu juga untuk perjalanan pimpinan lembaga tinggi negara, tamu negara, operasional kedutaan besar, perwakilan organisasi organisasi internasional, operasional penegakan hukum, ketertiban dan pelauan darurat, layanan repatriasi pemulangan WNI dan WNA.

Koramil 1611-07/Denbar Sosialisasi Cegah Penyebaran Covid-19 dan Bagikan Masker Ke Masyarakat

Jadwal Belajar dari Rumah di TVRI Kamis (30/4), Ada Tayangan Melindungi Anak dari Bullying

Dapat Arahan Senator Bali, Perusahaan Finance Ini Siap Patuhi Aturan Restrukturisasi Kredit

Penerbangan tersebut memang dimungkinkan beroperasi untuk melayani penerbangan domestik berjadwal mulai sesuai Peraturan Menteri Perhubungan NomoR 25 tahun 2020 tentang Pengendalilan Transportasi selama masa angkutan Idul Fitri periode 1441 Hijriah dalam rngka pencegahan penyebaran Covid-19.

Misalnya saja Lion Air Group, mulai dari maskapai Lion Air, Wings Air dan Batik Air berencana melayani penerbangan perizinan khusus itu mulai 3 Mei 2020.

“Rencana operasional akan melayani rute-rute penerbangan dalam negeri termasuk kota atau destinasi berstatus Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan wilayah dengan transmisi lokal atau daerah terjangkit (Zona Merah),” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Selasa (28/4/2020).

Danang memastikan sebelum keberangkatan, pesawat yang dipakai, awak kabin dan sarana dan prasarana di bandara sudah melalui tahapan protokol kesehatan.

 Misalnya saja, sebelum dipakai pesawat sudah dilakukan disentektan, begitu juga awak kabin sudah melalui protokol kesehatan seperti pengecekan suhu udara, pemakaian masker dan lainnya.

Begitu juga bagi penumpang juga wajib mematuhi protokol kesehatan.

Halaman
12
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved