Keluarga Jenggo Bagikan Sembako ke Masyarakat, Ketuk Hati Warga berkecukupan agar Ikut termotivasi

keluarga jinggo pun menyisihkan sejumlah tabungannya untuk membeli sembako, untuk dibagikan secara gratis pada para tetangganya yang membutuhkan

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Sembako yang dikumpulkan keluarga jenggo sebelum dibagikan pada para tetangganya di Banjar/Desa Medahan, Blahbatuh, Gianyar, Rabu (29/4/2020) sore. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Ni Ketut Nonik Jenggo, merupakan warga Banjar/Desa Medahan, Blahbatuh, Gianyar, yang  sehari-hari biasa menjadi supplyer daging babi di Pasar Badung, Kota Denpasar.

Dalam situasi pandemik covid-19 ini, Nonik dan keluarganya yang dikenal dengan keluarga jenggo, terketuk hatinya melihat sejumlah tetangganya, yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari karena kehilangan mata pencaharian.

Tak ingin melihat hal tersebut, keluarga jinggo pun menyisihkan sejumlah tabungannya untuk membeli sembako, untuk dibagikan secara gratis pada para tetangganya yang membutuhkan.

Berbekal keikhlasan, mereka berhasil menyediakan 104 paket sembako.

BPOM Sarankan Pemakaian Pelembab Jika Tangan Terasa Kasar Akibat Penggunaan Hand Sanitizer

11 PMI Dipulangkan Usai Jalani Karantina, Total 73 PMI Asal Jembrana Sudah Kumpul dengan Keluarga

Peserta JKN-KIS Kini Dapat Konsultasi dengan Dokter Secara Digital

Setiap warga mendapatkan 15 kilogram beras, 10 butir telur, satu liter minyak goreng dan satu dus mie instan.

Dalam menyediakan sembako untuk warga ini, Nonik juga didukung oleh saudaranya, I Wayan Sudiana. Dimana Sudiana ikut mem-back up kekurangan biaya pembelian sembako tersebut.

Setelah terkumpul, sembako tersebut pun telah dibagikan pada warga, Rabu (29/4/2020) sore.

Ni Ketut Nonik Jenggo, Kamis (30/4/2020) mengatakan, pembagian sembako ini murni atas keperihatinannya terhadap kondisi sejumlah tetangganya, yang kesusahan akibat pandemik covid-19 ini. Kata dia, saat ini banyak dari tetangganya kehilangan mata pencaharian.

“Tentu bantuan kami ini tidak seberapa, tapi kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban mereka,” ujarnya.

Nonik berharap, apa yang dilakukan pihaknya dapat mengetuk hati masyarakat yang kini hidup berkecukupan, agar mau berbagi dengan saudara-saudara yang membutuhkan.

Menurut dia, dalam kondisi krisis seperti saat ini, kita harus saling membantu.

 Sebab tidak bijaksana, ketika kita masih bisa makan enak, tetapi mengabaikan masyarakat, khususnya tetangga yang kewalahan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Mari kita saling tolong menolong dalam menghadapi situasi seperti ini. Terutama masyarakat yang berkecukupi, kalau bisa sisihkan sedikit milik kita untuk membantu saudara-saudara yang membutuhkan,” ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved