MUI Minta Ketegasan Pemerintah Untuk Larang WNA Keluar-Masuk Indonesia Saat Pandemi Corona

Menurut Anwar, kehadiran WNA yang masih bebas keluar masuk Indonesia telah menyakitkan hati masyarakat sebagai bangsa.

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Ilustrasi - Suasana di depan customer service area publik keberangkatan internasional Bandara Ngurah Rai Bali, Sabtu (28/3/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia ( MUI) meminta ketegasan pemerintah dalam melarang warga negara asing (WNA) untuk masuk ke Indonesia di saat pandemi virus corona ini.

"Karena di tengah-tengah ini, kita sedang berusaha dan berjuang memutus mata rantai penularan virus corona yang sudah sangat banyak merugikan bangsa ini," ujar Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas dalam keterangan yang diterima Tribunnews, Rabu (29/4/2020).

Menurut Anwar, kehadiran WNA yang masih bebas keluar masuk Indonesia telah menyakitkan hati masyarakat sebagai bangsa.

"Dan kalau hal ini terus berlanjut, maka tentu akan membuat kepercayaan rakyat kepada pemerintah menjadi bermasalah dan hal itu tentu jelas tidak baik bagi kehidupan bangsa dan negara ini kedepannya," ujarnya.

Lebih lanjut, Anwar juga meminta agar masyarakat tetap mematuhi ketentuan pemerintah dan protokol medis yang ada.

"Karena dengan itulah, kita harapkan insyaallah negeri kita akan bisa cepat keluar dari bencana dan malapetaka yang ada, sehingga kehidupan masyarakat kita harapkan akan cepat  kembali pulih dan  normal seperti semula," pungkasnya.

Adapun PT Angkasa Pura II (AP) II Persero masih mengoperasikan penerbangan internasional secara normal di bandara yang dikelolanya.

Menurut AP II, penerbangan internasional tidak diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No 25 Tahun 2020, mengenai pengendalian transportasi selama masa mudik Idul Fitri dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Novie Riyanto, menegaskan penerbangan internasional dari dan menuju Indonesia tetap berjalan normal dengan mengacu kepada protokol kesehatan Covid-19.

Sementara itu menurut  VP of Corporate Communications PT AP II, Yado Yarismano, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kemenhub mengenai izin operasi penerbangan internasional.

"Kami telah berkoordinasi dengan regulator, dan memang dinyatakan Permenhub ini hanya mengatur larangan penerbangan domestik, sehingga penerbangan internasional masih bisa berjalan," ucap Yado dalam keterangannya, Jumat (24/4/2020).

Ia menambahkan, untuk penerbangan domestik hari ini masih beroperasi untuk seluruh rute. Larangan penerbangan domestik ke wilayah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), untuk penumpang akan mulai berlaku pada 25 April 2020.

"Larangan penerbangan domestik pada 25 April 2020 akan berlaku penuh 100 persen. Maka dari itu kami mengimbau agar maskapai, dapat memberi informasi kepada pemegang tiket," ucap Yado.

Sebagai informasi, Bandara PT AP II yang saat ini masih melayani penerbangan internasional berjadwal adalah Bandara Soekarno-Hatta, Tanggerang dengan rata-rata penerbangan pada bulan ini sekitar 40 penerbangan per hari.

Penerbangan internasional juga masih dilayani di Kualanamu, Deli Serdang dengan rata-rata penerbangan hanya satu hingga dua penerbangan per hari pada bulan ini.

Adapun sesuai dengan Permenhub No 25 Tahun 2020, penerbangan yang masih dilayani di bandara nasional termasuk bandara PT AP II adalah sarana transportasi yang digunakan untuk pimpinan lembaga tinggi RI dan tamu kenegaraan, operasional kedutaan besar dan konsulat jenderal dan konsulat asing serta perwakilan organisasi internasional di Indonesia.

Kemudian, operasional penerbangan khusus repatriasi untuk pemulangan warga negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA), operasional penegakan hukum, ketertiban dan pelayanan darurat, operasional angkutan kargo dan operasional lainnya dengan ijin dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub dalam rangka mendukung percepatan pelayanan mengatasi Covid-19.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul MUI Minta Pemerintah Tegas Larang WNA Keluar-Masuk Indonesia Saat Pandemi Corona

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved