Corona di Bali

Desa Adat Sanur Kauh Denda 5 Kg Beras atau Rp 50 Ribu Bagi Krama yang Tak Gunakan Masker

Selain itu pihaknya juga sudah memberikan surat pembatasan akses ke Pantai bagi yang tidak berkepentingan kecuali para nelayan.

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Beberapa orang yang terkena sanksi akibat tidak menggunakan masker saat memasuki wilayah Sanur Kauh pada, Jumat (1/5/2020). 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dikarenakan masih terdapat beberapa masyarakat yang tidak disiplin menggunakan masker, pihak Bendesa Sanur Kauh mengeluarkan pererem atau peraturan yang mulai berlaku hari ini pada, Jumat (1/5/2020).

Selain itu pihaknya juga sudah memberikan surat pembatasan akses ke Pantai bagi yang tidak berkepentingan kecuali para nelayan.

Sementara untuk kasus positif Covid-19 di Intaran, Sanur hari ini berjumlah 7 orang, untuk mengatasi kasus transmisi lokal ini pihak Bendesa Adat Sanur Kauh, melakukan beberapa pembatasan.

Sementara untuk 7 orang positif tersebut sudah dilakukan tracing kontak atau pelacakan terhadap pihak keluarganya dan sudah dilakukan rapid test.

Kasus Covid-19 Melandai, Malaysia Akan Buka Kegiatan Bisnis Mulai Pekan Depan

Ucapannya Tuai Kontroversi, Berikut 3 Pernyataan Baskara Putra

WIKI BALI - Berkenalan dengan HarmoniA Bali, Grup Band Musik Indie yang Terbentuk di Denpasar

"Hari ini mulai diberlakukan pengenaan sanksi bagi mereka yang tidak mematuhi protokol pencegahan Covid-19 terutama bagi mereka yang tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah," ungkap, Gusti Agung Alit Kencana, Bendesa Sanur Kauh.

Sanksi dikenakan bukan hanya untuk masyarakat namun juga kepada pedagang. Seperti pedagang yang tidak menggunakan masker saat melayani pembeli atau saat menjajakan dagangannya.

Sementara sanksi untuk masyarakat atau krama yang melanggar seperti tidak menggunakan masker akan dikenai denda dengan 5 Kg beras atau jika dinominalkan Rp. 50.000,-.

"Para pelanggar nantinya diperkenankan untuk memilih sanksi. Sanksinya terdapat dua yaitu berupa sanksi sosial yang mewajibkan para pelanggar meminta maaf kepada banjar yang bersangkutan. Lalu juga terdapat hukuman denda," tambahnya.

Alit juga menambahkan jika tidak mampu membayar denda ia akan mendapatkan hukuman berupa melakukan kegiatan sosial seperti membersihkan Pura dan Setra.

Atau bekerjasama dengan Dinas Kebersihan Desa mengangkut sampah-sampah.

Sementara untuk masyarakat yang bukan berasal dari Sanur Kauh dan tidak mengetahui tentang awig-awig maka akan dipulangkan sebelum menggunakan masker serta akan diberikan surat pernyataan. "Jika keesokan harinya ia kembali melalui Sanur Kauh dan tidak menggunakan masker maka denda tersebut akan berlaku," imbuhnya.

Isolasi selektif ini akan terus diberlakukan hingga waktu yang tidak bisa tentukan. 

Selain membuat peraturan pembatasan untuk para pedagang, nantinya pihak Sanur Kauh akan membuat peraturan pembatasan orang yang akan masuk ke Wilayah Sanur Kauh pada jam malam. (*)

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved