Virus Corona

Kasus Covid-19 Melandai, Malaysia Akan Buka Kegiatan Bisnis Mulai Pekan Depan

Infeksi akibat virus corona di Malaysia mencapai 6,002 pada Kamis, dan laju kasus baru telah melambat dalam beberapa hari terakhir

Istimewa
ILUSTRASI. Petugas dari Dewan Bandaraya (Pemerintah Kota) Kuala Lumpur dan Sukarelawan Malaysia (Rela) berjaga di Pasar Chow Kit, Kuala Lumpur, Malaysia pada hari ke tujuh penerapan Perintah Kawalan Pergerakan (Partial Lockdown) dalam membatasi penularan COVID-19, 

TRIBUN-BALI.COM - Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengatakan, pemerintah Malaysia akan mengurangi aturan pembatasan yang diberlakukan dalam rangka menahan penyebaran virus corona dan memperbolehkan keigatan bisnis untuk kembali beroperasi mulai Senin (4/5/2020) pekan depan.

Mengutip Reuters, Jumat (1/5), dalam pidato yang disiarkan televisi, Muhyiddin mengatakan, sektor ekonomi yang melibatkan banyak orang belum diizinkan untuk dibuka kembali.

Malaysia menutup seluruh bisnis yang tidak penting dan sekolah, melarang pertemuan umum dan perjalanan terbatas sejak 18 Maret karena jumlah kasus virus corona meningkat.

Infeksi akibat virus corona di Malaysia mencapai 6,002 pada Kamis, dan laju kasus baru telah melambat dalam beberapa hari terakhir.

Diduga Dibuang Ibunya, Bayi Perempuan Ditemukan Warga di Belakang Rumah Kosong

Ribuan Warga Banjar Serokadan Bangli Jalani Rapid Tes Lanjutan

Pasca Transmisi Lokal, Polres Tabanan Bagikan Masker dan Cek Suhu Tubuh di Pasar Dauh Pala

"Atas saran Kementerian Kesehatan dan berdasarkan data yang dikumpulkan dan best practice dari WHO, pemerintah memutuskan untuk membuka kembali sektor ekonomi dengan hati-hati dengan menegakkan prosedur operasi standar kesehatan yang ketat," jelas Muhyiddin seperti dikutip Reuters.

Ia menambahkan, beberapa prosedur tersebut termasuk penggunaan masker, berlatih menjaga jarak sosial dan menjaga kebersihan pribadi.

Kegiatan olahraga yang melibatkan kurang dari 10 orang seperti lari, bulu tangkis dan bersepeda akan diizinkan.

Restoran juga akan diizinkan untuk kembali membuka gerainya, tetapi mereka harus tetap menjaga jarak sosial yang ketat.

Malaysia belum mebuka kembali perbatasannya. Perjalanan antar negara juga tidak akan diizinkan.

Perdana Menteri juga mengatakan pemerintah telah kehilangan 63 miliar ringgit (US$ 14,68 miliar) dari pergerakan dan pembatasan perjalanan yang diberlakukan selama enam pekan, dan akan kehilangan 35 miliar ringgit lagi jika pembatasan diperpanjang sebulan.

Bulan lalu, Bank Sentral Malaysia memperingatkan bahwa ekonomi Malaysia bisa menyusut 2% atau tumbuh 0,5% pada tahun ini karena virus corona, dan menjadikannya yang terburuk dalam lebih dari satu dekade.

Malaysia mengumumkan paket stimulus senilai 250 miliar ringgit (US$ 58,23 miliar), termasuk suntikan fiskal sebesar 25 miliar ringgit untuk membantu meredam pukulan ekonomi dari pandemi virus corona.(*)

Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved