Corona di Bali

Terdampak Covid-19, Usaha Sabun Kelle di Klungkung Hanya Layani Pesanan Lokal

Saat ini usaha yang dikelola Kelompok Sari Amerta itu mengalami penurunan produksi sampai 50 persen, dan hanya fokus melayani pesanan lokal

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Wanita dari kelompok Sari Amertha, Desa Aan, Klungkung, Bali, mengembangkan pembuatan sabun berbahan madu dan propolis Kelle belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Pandemi Covid-19 mulai berdampak terhadap sejumlah industri kecil dan menengah di Klungkung.

Seperti misalnya usaha sabun Kelle berbahan madu dan propolis lebah Trigona Sp di Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali.

Saat ini usaha yang dikelola Kelompok Sari Amerta itu mengalami penurunan produksi sampai 50 persen, dan hanya fokus melayani pesanan lokal.

Ketua Kelompok Sari Amerta Ni Komang Dessy Wiryantini menjelaskan, usaha sabun yang dibangun ibu-ibu di Desa Aan sejak 2018 ini, mulai terdampak pandemi Covid-19.

Karena minimnya orderan, mereka mengalami penurunan produksi sampai 50 persen.

Jika saat normal, Dessy setiap bulannya bisa mengirim sabun Kelle ke luar Bali rata-rata 10-20 lusin.

Sedangkan di Bali ia menerima pesanan 10-15 lusin hampir setiap minggu.

Namun sejak dua bulan terakhir, orderan menurun drastis.

"Tamu asing tidak lagi datang ke sini ( Desa Aan) sejak merebaknya virus Corona. Sebelum adanya wabah Covid-19, hampir setiap hari ada saja wisatawan asing datang ke sini membeli sabun Kelle. Karena sepi pemesanan, produksi sabun Kelle kami menurun hingga 50 persen," ungkap Dessy Wiryantini belum lama ini.

Saat ini industri kecil ini hanya fokus melayani pesanan reseller lokal di Bali, walaupun jumlahnya tidak banyak.

Padahal sebelumnya, produk sabun herbal ini pemasarannya sudah merambah kota besar seperti Magelang, Bogor dan Jakarta.

“Sekarang kami hanya melayani reseller lokal di seputaran Denpasar. Sedangkan pemesanan dari Magelang, Bogor, Jakarta, sudah sejak dua bulan sama sekali tidak ada pengiriman,” keluh Dessy Wiryantini.

Sementara virgin coconut oil (VCO) atau minyak kelapa murni yang mereka produksi, saat ini hanya digunakan untuk bahan baku pembuatan sabun.

Padahal sebelumnya diperjualbelikan secara bebas.

Sabun herbal buatan ibu-ibu di Desa Aan, terkenal karena terbuat dari bahan alami dasar madu serta propolis Kelle, virgin coconut oil, minyak zaitun, esential oil.

Sabun ini diproduksi dengan lima varian, yakni rosemary, daun tin, lavender, sandat dan sedap malam.

Guna mendukung usaha sabun Kelle, Desa Aan mengembangkan desa wisata agro serta budi daya Kelle.

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved