Tetap Lanjutkan Kasus Laporan Dugaan Ujaran Kebencian Said Didu, Luhut Didampingi 4 Pengacara Ini

Kasus pelaporan terkait ujaran kebencian yang dilakukan mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu tetap akan dibawa ke jalur hukum.

Luhut Binsar Pandjaitan. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kasus pelaporan terkait ujaran kebencian yang dilakukan mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu tetap akan dibawa ke jalur hukum.

Demikianlah pernyataan yang disampaikan Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi seperti yang dikutip Tribun Bali via Kompas.com. 

Jodi menyebut, pihak Bareskrim Polri yang kini menangani kasus itu telah melakukan pemanggilan terhadap Said Didu sebagai terlapor. 

"Surat panggilan dari Bareskrim sudah disampaikan ke beliau (Said Didu) tadi sore," katanya kepada Kompas.com, Kamis (30/4/2020).

Dia pun menyebut, ada empat kuasa hukum yang akan memproses atau sebagai perwakilan tuntutan dari Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebagai pelapor dari kasus tersebut.

Keempat kuasa hukum Luhut itu antara lain, Nelson Darwis, Malik Bawazier, Patra M Zen, dan Riska Elita.

Sebagai informasi, asal mula tuntutan ini adalah di kanal YouTube Muhammad Said Didu.

Kala itu, Said Didu diwawancarai Hersubeno Arief dan video wawancara berdurasi 22 menit itu diunggah.

Dalam video tersebut, Said Didu menyoroti soal isu persiapan pemindahan ibu kota negara baru yang masih terus berjalan di tengah usaha pemerintah dan semua pihak menangani wabah Covid-19.

Said Didu mengatakan, hal tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak memprioritaskan masalah kesejahteraan rakyat umum dan hanya mementingkan legacy.

Said Didu menyebutkan bahwa Luhut ngotot agar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tidak “mengganggu” dana untuk pembangunan IKN baru dan hal tersebut dapat menambah beban utang negara.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Luhut Didampingi 4 Kuasa Hukum untuk Lanjutkan Tuntutan ke Said Didu",

(Ade Miranti Karunia)

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved