Breaking News:

Corona di Bali

Puasa Ditengah Pandemi Covid-19, Kepala Dusun Kampung Islam Kepaon Denpasar Atur Penjualan Takjil

Imbauan pembatasan ini tentunya bertujuan menekan jumlah orang agar tak terjadi keramaian karena itu sangat berisiko terhadap penyebaran virus.

Penulis: M. Firdian Sani | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/M. Firdian Sani
ilustrasi penjual takjil. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, M. Firdian Sani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Puasa di tengah pandemi covid 19, Muhammad Asmara selaku kepala dusun Kampung Islam Kepaon, Denpasar membatasi penjualan takjil bagi warganya yang hendak berjualan.

Imbauan pembatasan ini tentunya bertujuan menekan jumlah orang agar tak terjadi keramaian karena itu sangat beresiko terhadap penyebaran virus.

"Jual takjil itu benar-benar dibatasi, kita kan tidak mau nanti orang ramai-ramai membeli takjil dan terjadi kerumunan. Untuk mengantisipasi itu, kita kasih imbauan dan pembatasan," ujarnya.

Warganya yang berjumlah lebih kurang 800 KK itu juga diwajibkan memakai masker jika berjualan dan berpergian.

Hari Ini Nihil Kasus Covid-19 di Denpasar, 3 Orang Dinyatakan Sembuh

Pembukaan Pendaftaran Program Kartu Pra Kerja Gelombang 4, Ini Cara Daftar

Dilarang Operasi Selama Masa Mudik, Terpantau Suasana di Terminal Mengwi Sepi

"kan ini sejalan dengan imbauan pemerintah seperti menggunakan masker apabila hendak bepergian keluar, menghindari keramaian, dan tidak keluar rumah kecuali memang ada urusan yang sifatnya darurat," ucapnya.

Selain imbauan-imbauan itu, warga Kampung Islam Kepaon juga dilarang sementara beribadah di masjid kebanggaan mereka, Masjid Al-Muhajirin.

Seperti apa yang telah disampaikan Imam Masjid Al-Muhajirin, K.H Musthafa yang mengharuskan warganya beribadah di rumah masing-masing.

"Kami menataati apa yang diputuskan pemerintah baik dari gubernur, walikota, kemenag RI serta himbauan MUI. Artinya kegiatan salat jumat, jemaah, dan tarawih termasuk kegiatan yang melibatkan banyak orang oleh takmir ditiadakan," katanya.

Dua Pati TNI Dapat Promosi Naik Bintang Tiga, Bagian dari Rotasi 16 Pati TNI AD,AL & AU

Fenomena Langit Mei 2020 Bisa Dilihat dari Indonesia: Hujan Meteor Hingga Matahari di Atas Kabah

Namun takmir Masjid Al-Muhajirin tetap mengumandangkan azan sebagai pengingat salat wajib lima waktu dan selama Ramadhan akan tetap membangunkan warganya untuk tunaikan ibadah sahur.

"Kita di masjid hanya menyisakan takmir untuk melangsungkan adzan sebagai tanda sudah masuk waktu shalat. Selain itu, kita juga tetap membangunkan sahur masyarakat muslim," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved