Usul Liga 1 Dihentikan, Madura United Ingin Percepat Pembayaran Gaji Pemain Bulan Mei

Dengan adanya usulan tersebut, Madura United kemudian mengambil kebijakan khusus dengan mencairkan gaji pemain 15 hari lebih cepat pada bulan Mei.

KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU
Pemain Madura United dari kiri, Andik Vermansah, David Laly, Aleksandar Rakic dan Alberto Goncalves 

TRIBUN-BALI.COM - Madura United tetap berpegang teguh dengan mengusulkan kompetisi Liga 1 2020 dihentikan total.

Dengan adanya usulan tersebut, Madura United kemudian mengambil kebijakan khusus dengan mencairkan gaji pemain 15 hari lebih cepat pada bulan Mei.

"Pesan ini disampaikan sehubungan adanya beberapa pertanyaan dari teman-teman wartawan tentang penggajian pemain, mengingat Madura United menjadi salah satu pengusul kompetisi tidak dilanjutkan," kata Dirut PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) Ziaul Haq.

Keputusan yang diambil Direksi PT PBMB itu bertujuan agar pemain mendapatkan haknya lebih cepat pada masa pandemi virus corona dan menjelang hari raya.

Pelanggan PLN 1300 VA & 900 VA Non Subsidi Bisa Dapat Diskon Listrik, Begini Caranya

Ide Kreatif Nyoman Adiyasa, Produksi Alat Fogging Mini untuk Cegah DBD

Jujur sampai Keras Kepala, Inilah Tipe Pasangan yang Cocok Berdasarkan Bulan Kelahiran

Pada skema yang lama, gaji pemain umumnya akan dibayarkan maksimal per tanggal 5 setiap bulannya.

Misalnya, gaji bulan Januari akan dibayarkan tanggal 5 Februari, gaji bulan Februari dibayarkan ketika 5 Maret, dan untuk seterusnya.

Namun, khusus pada bulan Mei, gaji pemain akan dimajukan.

 Selain itu, untuk penyelesaian gaji di bulan April juga ikut dimajukan selama satu hari menjadi tanggal 4 Mei.

 Dengan skema baru ini, pemain Madura United akan mendapatkan pembayaran dua gaji sekaligus pada bulan Mei.

"Untuk bulan April akan diselesaikan pada maksimal 4 Mei. Lalu untuk Mei, maksimal dibayarkan pada 20 Mei. Selama bulan ini (Mei), akan ada pembayaran dua kali gaji, dengan pertimbangan karena menjelang hari raya Idul Fitri," ucap Ziaul Haq.

 Besarnya gaji Madura United tetap berpegang pada arahan Surat Keputusan PSSI terkait masalah gaji pada masa kahar (force majeure), yaitu dibayarkan 25 persen dari nilai kontrak masing-masing pemain.(*)

Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved