Gerombolan Kera Turun ke Pura Goa Lawah, Kemungkinan Kekurangan Makanan di Habitatnya

Gerombolan Kera Turun ke Pura Goa Lawah, Kemungkinan Kekurangan Makanan di Habitatnya

Istimewa
Suasana lenggang di Pura Goa Lawah Klungkung, Minggu (3/5/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Pandemi COVID-19 membuat Pura Goa Lawah, di Desa Pesinggahan sepi dari pengunjung. Hanya saja saat ini para pengayah di salah satu Pura Sad Kahyangan itu, disibukan dengan kehadiran kawanan kera. Mereka turun dari habitat mereka disekitar bukit tengah, hingga ke areal Pura Goa Lawah karena kemungkinan kekurangan makanan di habitat asli mereka

Seorang Panitia Pura Goa Lawah I Putu Juliadi menjelaskan, semenjak pandemi COVI-19 kunjungan warga maupun wisatawan ke Pura Goa Lawah sangat lenggang. Padahal Pura Goa Lawah sebelumnya menjadi salah satu destinasi yang paling ramai dikunjungi di Klungkung daratan.

Menurutnha hanya sesekali ada pemedek yang datang untuk bersembahyang ke Pura Goa Lawah dan itupun tidak banyak hanya beberapa.

" Sementara kalau wisatawan, benar-benar nihil kunjungannya. Semua objek wisata kan masih ditutup," ungkap Putu Juliadi, Minggu (3/5).

Walaupun sepi kunjungan warga, populasi kelelawar yang menjadi ikon di Pura tersebut tidak berubah signifikan. Hanya saja menurutnya, saat ini justru banyak kera yang turun ke Pura Goa Lawah. Kera itu turun dari atas bukit, hingga ke areal Pura untuk mencari makanan. Para pengayah pun harus berjaga, agar kera itu tidak merusak pelinggih atau ornamen pura lainnya.

" Mereka turun ke area Pura untuk cari makanan. Kemungkinan dihabitatnya sumber makanan kian berkurang. Bahkan kera juga sampai ke rumah saya," ungkap Putu Juliadi yang kediamannya berdekatan dengan Pura Goa Lawah.

Ia pun mengatakan, pengayah maupun pemangku tetap beraktivitas seperti biasa di Pura Goa Lawah. Mereka selalu siaga, untuk malayani pemedek jika ada yang bersembahyang ke Pura Goa Lawah.

Sementara terkait para pedagang souvenir dan pedagang canang serta makanan di sekitar area Pura Goa Lawah, juga sudah terkena imbas dari COVID-19. Mereka banyak yang beralih pekerjaan.

" Dagang souvenir dagang canang semua beralih pekerjaan saat ini. Ada yang jadi jual sate ayam, ada yang nelayan. Mereka harus mendapatkan pengasilan untuk bertahan hidup, ditengah kunjungan yang sepi ke Pura Goa Lawah," terangnya.

Putu Juliadi yang juga tokoh masyarakat di Desa Pesingahan ini, meminta masyarakat menjadikan pandemi COVID-19 ini untuk menyederhanakan pikiran. Tumbunkan sikap tolong menolong antar sesama.

" Sudah saatnya kita ambil hikmah dari ini semua. Tumbuhkan sikap tolong-menolong, ini saya lihat sudah mulai dilaksanakan di Desa Pesinggahan. Jika ada yang sebatang kara dan miskin, Kadus tidak boleh menutup mata. Pemerintah harus memprioritaskan bantuan ke masyarakat yang demikian," jelasnya. (Mit)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved