PT FKS Sehat Adakan Rapid Test Massal Gratis di Lingkungan Terminal Kargo Soekarno-Hatta
PT FKS Sehat Adakan Rapid Test Massal Gratis di Lingkungan Terminal Kargo Soekarno-Hatta
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN BALI.COM, JAKARTA– PT Fokus Keluarga Sehat (FKS Sehat) kembali mengadakan rapid test
massal gratis di lingkungan terminal kargo Soekarno Hatta pada Kamis, 30 April 2020 lalu.
Ini merupakan kali kedua, setelah sebelumnya tes massal yang pertama digelar pada 9 April 2020 yang lalu.
Rapid-test dengan menggunakan alat Vazyme ini diikuti oleh hingga 300
petugas bea cukai, imigrasi Angkasa Pura 2 Cargo, Gudang Gapura, Garuda Indonesia
Kargo, Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK), AVSEC, dan petugas-petugas
lainnya di lingkup terminal kargo Soekarno-Hatta yang tetap beroperasi penuh selama
masa gawat darurat kesehatan masyarakat akibat pandemik COVID-19 ini.
Menurut Yanuar Samron selaku Direktur FKS Sehat, petugas-petugas yang bekerja di terminal kargo Soekarno-Hatta ini adalah garda depan
dalam memastikan kelancaran arus masuk alat-alat medis yang diimpor dari luar negeri.
Mereka terus bekerja keras sebagai upaya bersama mengatasi dampak penyebaran virus yang lebih luas lagi.
Namun, mereka juga rentan terpapar karena lini tugas yang
dijalankan.
"Oleh karenanya, kami mengutamakan test massal kepada para petugas-
petugas di lingkup terminal kargo disini, karena ini menjadi usaha penting dalam upaya
pemutusan rantai penyebaran COVID-19 ini," imbuh Yanuar, melalui keterangan tertulisnya, Senin (4/5/2020).
Alat-alat medis yang masuk dari sini akan segera dikirimkan ke rumah sakit-rumah sakit ataupun fasilitas kesehatan lainnya.
Sehingga penting untuk memastikan bahwa semaksimal mungkin kontaminasi virus dapat dicegah.
FKS Sehat menjadi yang pertama mengadakan rapid test bagi pegawai di lingkungan
terminal kargo Soekarno-Hatta, dan langkah ini disambut baik oleh Angkasa Pura Kargo.
“Kami bersyukur sekali dan berterima kasih kepada FKS Sehat telah memberikan
kesempatan melakukan rapid test kepada para pegawai kami serta petugas lainnya di
lingkup terminal kargo. Terlebih ini sudah kali kedua diadakan, di mana untuk test seperti
ini memang sebaiknya dilakukan secara reguler. Kami menilai tes cepat seperti ini
menjadi krusial terutama bagi kami yang menjadi gerbang utama masuknya barang-
barang dari negara-negara lain, termasuk APD, obat-obatan, test kit dan sebagainya,” ujar
Ade Yolando Sudirman, General Manager Logistik dan Distribusi Angkasa Pura Kargo.
FKS Sehat menggunakan Vazyme Rapid Test COVID-19 yang telah mendapatkan lisensi the United States Food and Drug Administration (US FDA), lembaga pengawas makanan dan obat-obatan Amerika Serikat (dengan merek dagang Biolidics), melalui Emergency Use Authorization (EUA).
Selain itu, Vazyme juga berlisensi National Medical Products Administration (NMPA), badan pengawas produk medis dan obat-obatan Tiongkok;
Health Sciences Authority (HSA), regulator produk kesehatan, bank darah, dan alat medis Singapura.
Vazyme teruji secara klinis memiliki tingkat keakurasian 95,09 persen, dengan sensitivitas
terhadap virus SARS COVID 2 sebesar 91,54 persen serta specificity (kekhususan) terhadap virus
sebesar 97,02 persen.
Tes dilakukan secara hati-hati oleh dokter dan perawat yang didatangkan secara khusus, dengan terlebih dahulu mengukur temperatur tubuh peserta sebagai screening awal gejala.
Petugas juga akan menanyakan kondisi-kondisi kesehatan lainnya yang mungkin menyertai jika didapati temperatur tubuh tinggi.
Berbeda dengan tes antigen yang harus menggunakan darah venipuncture atau plasma
darah yang disentrifugasi dan dilakukan di ruang lab yang steril untuk mencapai akurasi,
tes antibodi rapid dapat dilakukan cukup dengan menggunakan darah dari tusukan jari serta dapat dilakukan dalam pengaturan drive-through.
Hasil rapid test juga
menggambarkan kondisi antibodi dalam tubuh, sehingga jika terdeteksi positif juga dapat dilihat apakah peserta tes berada pada fase awal virus, atau sudah di fase akhir, yang
tergambar dari tingginya tingkat antibodi sebagai mekanisme tubuh melawan virus.
Oleh karenanya, keakuratan dan specificity alat yang digunakan sangat penting demi
memastikan bahwa tidak ada hasil yang meleset (false positive maupun false negative)
yang dapat membahayakan pasien serta orang di sekitarnya.
Sejak 31 Maret 2020 yang
lalu, negara Tiongkok melalui Kementerian Perdagangan dan General Administration of
Customs memperketat pengawasan atas ekspor alat rapid-test COVID-19 menyusul
keluhan dari berbagai negara di Eropa akan ketidak-akuratan alat yang mereka terima.
Penggunaan alat yang bersertifikat NMPA, HSA dan EUA (di bawah otorisasi US FDA) dari negara produsen menjadi salah satu kontrol penting dalam hal ini.
Adapun daftar lengkap
20 pemasok yang mendapat lisensi dari Pemerintah Tiongkok dapat dicek pada situs
kedutaan negara Tiongkok atau pada http://ph.china-
embassy.org/eng/sgdt/t1760281.html.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pt-fks-sehat-adakan-rapid-test-massal-gratis-di-lingkungan-terminal-kargo-soekarno-hatta.jpg)