Corona di Bali

Selama 10 Hari Operasi di Tabanan, Tim Gabungan Telah Mengembalikan 586 Orang yang Berencana ke Jawa

Tim Gabungan telah mengembalikan atau meminta balik kanan 586 orang yang berencana menuju Pulau Jawa di Pos Pengamanan dan Penyekatan Tabanan

Istimewa
Suasana saat Tim Gabungan melakukan pemeriksaan di Pos Pengamanan dan Penyekatan Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Selama 10 hari operasi atau sejak 24 April-3 Mei, Tim Gabungan telah mengembalikan atau meminta balik kanan 586 orang yang berencana menuju Pulau Jawa di Pos Pengamanan dan Penyekatan Kabupaten Tabanan.

Hal tersebut diketahui setelah tim gabungan dari Polri, TNI, dan Dishub memeriksa identitas kendaraan, serta tujuan bepergian setiap pengendara yang ingin melintas di wilayah Tabanan, Bali.

Jumlah 586 orang tersebut dari 95 kendaraan.

Rinciannya, 48 roda dua, 41 roda empat, bus sebanyak 5 unit, dan 1 unit kendaraan roda enam.

Hal ini sebagai antisipasi agar masyarakat tak mudik sesuai dengan arahan pemerintah pusat dan diturunkan ke Surat Edaran Gubernur Bali tentang Pengendalian Pintu Masuk Bali Melalui Pelabuhan Penyebrangan.

Dishub Karangasem Coret Anggaran Pengadaan Fisik & Pemeliharaan Terminal Untuk Tangani Corona

Lama Hibernasi, Morelia Launching Single Pencipta Kenangan

WIKI BALI - Ini Syarat hingga Total Hadiah Lomba Pilem Mebarung 

Dalam SE Gubernur Bali tersebut, tertulis seluruh kendaraan bermotor umum jenis mobil bus dan mobil pribadi, kendaraan bermotor perseorangan dengan jenis mobil penumpang, mobil bus, sepeda motor, serta pejalan kaki yang masuk/keluar wilayah Bali agar dilarang untuk menyeberang di seluruh pintu masuk Pelabuhan Penyebrangan di Bali.

Kemudian, pembatasan transportasi tersebut dikecualikan kepada kendaraan dinas operasional Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) Dinas TNI, Polri, Damkar, Ambulans, Mobil Jenazah.

Selain itu, kendaraan yang memuat logistik dengan tidak membawa penumpang dan kendaraan lainnya sepanjang dalam rangka urusan Penanganan Covid-19 atau kedaruratan lainnya.

Termasuk juga dikecualikan kepada penumpang umum/pejalan kaki yang kembali ke daerah asal dengan dilengkapi surat perjalanan tertentu dari Kepolisian Resort tempat berangkat.

"Jumlah tersebut periode 24 April-3 Mei kemarin. Kami masih terus melaksanakan penjagaan di pos-pos yang telah dibangun sebagai antisipasi warga yang mudik," kata Kasatlantas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wila Indrayani, Senin (4/5/2020).

Iptu Wila melanjutkan, total kendaraan yang diminta balik kanan sudah ada 95 unit seperti kendaraan roda empat, bus, dan sepeda motor dan juga roda enam yang rencananya menuju arah Jawa.

"Kendaraan yang diminta balik kanan setelah di cek di Pos Baturiti dan Selabih. Untuk yang di pos baturiti, mereka dari arah Denpasar tapi setelah kita cek identitasnya semua Jawa. Jadi karena mereka tau kita penutupan di selabih mereka lewat baturiti namun mampu di sekat oleh personel di sana," jelasnya.

Dan mulai sejak Jumat (1/5/2020) lalu, kata dia, pihak kepolisian dengan menggandeng Desa Adat Antosari dan komunitas juga melakukan penyekatan di Simpang Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat atau persimpangan menuju wilayah Pupuan.

"Penyekatan ini guna mengantisipasi kendaraan yang dibalikkan di Pos Selabih tidak melewati pupuan untuk ke Gilimanuk. Nah untuk personelnya kita juga menggandeng relawan dan Desa Adat untuk membantu," tegasnya.(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved