Tiap Dua Hari Kirim 10 Ton Beras ke Bondalem, Warga Celagi Dilarang Keluar Rumah

Mi instan, telur, minyak goreng, kecap, saos disediakan oleh BUMDes selama Desa Bondalem 'lockdown' akibat banyaknya transmisi lokal Covid- 19.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Sekda Buleleng, Gede Suyasa 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Setelah melakukan karantina wilayah, Sekda Buleleng, Gede Suyasa menyebutkan, pihaknya telah mendistribusikan 10 ton beras untuk seluruh masyarakat Desa Bondalem.

Beras 10 ton itu untuk konsumsi masyarakat selama dua hari.

Sementara untuk sembako lainnya seperti mi instan, telur, minyak goreng, kecap, saos didistribusikan oleh BUMDes setempat.

"Hitung-hitungannya, lauk pauk per orangnya itu dapat Rp 15 ribu per hari, dan 0,4 kilogram beras. Kami menghitungnya sesuai kriteria Kemensos. Kalau dalam KK itu ada lima orang, jumlah beras yang didapat 2 kilogram per hari," jelasnya, Senin (4/5/2020).

Suyasa kembali menengaskan, dengan dilaksanakan karantina wilayah, masyarakat Desa Bondalem tidak dilarang keluar dari desa.

Namun, masih diperbolehkan untuk beraktivitas seperti ke kebun, memberi pakan ternak, hingga mencari ikan di laut.

Namun, ada kebijakan khusus untuk 28 KK yang rumahnya terletak di Dusun Celagi Batur.

Mereka dilarang keluar rumah, karena di wilayah itu terdapat banyak PDP yang hasil swabnya terkonfirmasi positif virus Corona.

"Karena jalan di Desa Bondalem itu adalah jalan nasional, kendaraan yang mau menuju ke Amlapura masih diperbolehkan melintas. Hanya warga Desa Bondalem yang tidak diperbolehkan keluar desa," terangnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved