Didi Kempot Meninggal

5 Fakta Didi Kempot yang Jarang Diketahui Publik, Tak Peduli Materi Hingga Pakai HP Jadul

Kepergian laki-laki 53 tahun itu membuat publik kehilangan sosok yang selalu tampil kharismatik, membawakan lagu-lagu patah hati dalam bahasa Jawa

KOMPAS.com/M LUKMAN PABRIYANTO
Penyanyi Didi Kempot menggelar konser di The Pallas, SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (6/12/2019). 

"Mas Didik ini lak sekarang sedang banter-banternya loh. Tapi kok handphone-nya masih belum pakai WA?," tanya Erix Soekamti.

"Kayaknya aku senang pakai ini, biar keliatan tombong banget ya kayak begini ini asalnya," jawab Didi Kempot sambil tertawa.

Setelah perbincangan itu, Didi Kempot pun pamit dan berlalu. Tinggal Erix Soekamti dan Djaduk Ferianto mengobrol berdua.

Erix mengaku sebelumnya sulit menghubungi Didi Kempot.

"Telepon itu susah lo, aku harus sms dulu baru mad Didi yang telepon," curhat Erix.

Djaduk Ferianto pun menanggapi curhatan Erix.

"Itu bagian dari namanya stategi managemen. Ketika seseeorang masuk ke dalam pola yang mainstream itu sudah jamak. Tapi ketika yang tidak memilih dengan perkembangan teknologi itu seseorang yang mempunyai sadar betul dengan bergaining position," jawab Djaduk Ferianto.

"Berarti memang velue-nya tinggi, uniq," timpal Erix Soekamti.

4. Perjalanan Karier

Tribunstyle.com dengan judul Didi Kempot Tinggalkan Istri & Seorang Anak, Ini Potret Putri Semata Wayangnya yang Jarang Terekspos

Didi Kempot mengawali karier sebagai musisi jalanan atau pengamen.

Pada sekitar 1984, Didi Kempot mulai menekuni profesi sebagai pengamen di Solo.

Dua tahun kemudian, Didi Kempot dan tman-temannya merantau ke Jakarta.

Saat berada di Jakarta, Didi Kempot mengontrak rumah bersama teman-temannya.

Didi Kempot justru mengamen dan mengawali karier dari nol.

Sebuah keberuntungan berpihak pada Didi Kempot, pada saat itu seorang produser mengajak Didi

Kempot masuk ke dapur rekaman.

Didi Kempot memiliki ciri khas dengan pakaian khas Jawa yang lengkap dengan blankon.

Sejak saat itu Didi Kempot mulai muncul di televisi nasional membawakan lagu campursari.

Lagu 'Stasiun Balapan' menjadi satu di antara lagu Didi Kempot yang populer.

Nama Didi Kempot menjadi lebih dikenal khalayak melalui lagu tersebut.

Album perdana Didi Kempot juga bertajuk 'Stasiun Balapan' yang dirilis pada tahun 1999.

Setahun kemudian, Didi Kempot merilis album berjudul 'Plong'.

Tak berhenti berkarya, Didi Kempot terus mengeluarkan album dengan lagu campursari yang khas.

Pada tahun 2001, Didi Kempot merilis album berjudul 'ketaman Asmoro'.

Setahun kemudian, Didi Kempot merilis album berjudul 'Pokoe Melu'.

Album yang dikeluarkan Didi Kempot terus mendapatkan respon positif masyarakat Indonesia.

Dalam album 'Cucak Rowo' pada tahun 2003, lagu yang dibawakan Didi Kempot menjadi populer.

Di tahun berikutnya, Didi Kempot kembali merilis album 'Jambu Alas' bersama Nunung Alvi pada tahun 2004.

Dan pada tahun 2005, Didi Kempot merilis album berjudul 'Ono Opo'.

Lagu 'Stasiun Balapan' meceritakan sebuah nama stasiun yang ada di Solo.

Didi Kempot menciptakan lagu tersebut ketika dirinya mengamen di Solo.

Pada saat itu Didi Kempot terinspirasi dari penumpang yang ada di stasiun tersebut.

5. Mendapatkan Berbagai Gelar

Meski telah lebih dari 30 tahun menjadi penyanyi campursari.

Pamor Didi Kempot di kalangan anak muda di sekitar Jawa Tengah dan Jawa Timur masih tinggi.

Eksistensi Didi Kempot menjadi seorang musisi terbilang 'tahan banting'.

Beberapa bulan terakhir, Didi Kempot kembali naik daun di kalangan anak muda.

Kalangan anak muda menyebut Didi Kempot sebagai 'Sobat Ambyar'.

Tak hanya itu, terdapat sebutan 'Sad Boy' dan 'Sad Girl' untuk para penggemar Didi Kempot.

Didi Kempot juga diberi sebutan spesial sebagai Godfather of Broken Heart.

'Lord Didi' menjadi panggilan baru Didi Kempot yang dibuat oleh penggemar Didi Kempot.

Hal tersebut karena lagu-lagu Didi Kempot yang menceritakan tentang kesedihan dan kisah patah hati.

Biodata lengkap

Nama: Didi Kempot

Nama lahir:  Dionisius Prasetyo

Nama lain:  Didi Prasetyo, Pakdhe Didi, Lord Didi

Agama: Islam

Lahir:  31 Desember 1966

Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia

Meninggal: 5 Mei 2020 (umur 53)

Rumah Sakit Kasih Ibu,

Solo, Jawa Tengah.

Istri: Yan Vellia (menikah 1997)

Saudara:  Mamiek Prakoso (kakak)

Orang tua : Ranto Edi Gudel (ayah)

Umiyati Siti Nurjanah (ibu)

Diskografi

Stasiun Balapan (1999)

Plong (2000)

Ketaman Asmoro (2001)

Poko'e Melu (2002)

Cucak Rowo (2003)

Jambu Alas (2004)

Ono Opo (2005)

Penghargaan

AMI (Anugrah Musik Indonesia) Award

Penampil Solo/Duo/Grup Kontemporer (2002)

Album Keroncong Kontemporer (2002)

Karya Produksi Folk/Country/Balada Terbaik (2003)

Lagu Daerah (2010)

Karya Produksi Lagu Berbahasa Daerah Terbaik (2011)

Solo/Duo/Grup Dangdut Berbahasa Daerah Terbaik (2013)

Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved