Cerita di Balik Lukisan Kala Corona dan Pendeta Hindu Bermasker

Saya ingin mencatatkan sejarah lewat karya bahwa Covid-19 membuat berbagai tatanan sosial, ekonomi, seni budaya dan agama terkena imbasnya

Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Wayan Bawa Antara menujukkan lukisan di studionya di Gianyar, Bali, Selasa (5/5/2020). 

GIANYAR, TRIBUN-BALI.COM - Wayan Bawa Antara, menerjemahkan situasi pandemi saat ini dalam sebidang kanvas. Cerita tentang Covid-19 dituangkannya di sebuah lukisan.

Ia melukis pendeta Hindu mengenakan masker di antara kepungan virus corona.

"Ini baru pertama kali saya melihat Ida Ratu Peranda Griya Kemenuh memamaki masker, biasanya tidak pernah sama sekali, ini momen langka. Kemudian saya jadikan lukisan," ucap Bawa Antara di sudio lukisnya di kawasan Teges, Ubud, Selasa (5/5/2020).

Hanya butuh dua hari untuk mengerjakan lukisannya. Virus corona ia gambarkan dengan wajah menyeramkan seperti bhuta kala yang ingin memangsa. Warnanya merah api menandakan energi yang panas.

"Saya ingin mencatatkan sejarah lewat karya bahwa Covid-19 membuat berbagai tatanan sosial, ekonomi, seni budaya dan agama terkena imbasnya," ujar seniman asal Tebesaya, Peliatan, Ubud ini.

Sebagian besar lukisannya bercerita tentang kehidupan budaya masyarakat Bali seperti tarian hingga ritual.

Ia melukis menggunakan cat minyak, akrilik yang dikombinasikan dengan tehnik dekoratif abtsrak di tekstur pasir dan kanvas.

Karena besar di lingkungan seniman, Bawa Antara sudah mulukis sejak SD. Bakatnya kemudian terus diasah. Berawal dari lukisan tradisi gaya Ubud, kini ia menekuni modern.

Pengalaman pameran tunggal di Jakarta dan juga Singapura membuat namanya semakin dikenal di kalangan seniman dan kolektor.

Lukisannya pun dibeli oleh kolektor dari Jepang dan juga Amerika. Karyanya juga dikoleksi gitaris Dewa Budjana.

Saat situasi pandemi ini, ia masih terus berkarya mekipun beberapa agenda harus dibatalakan.

Sekarang ia lebih sering berada di studio. "Biasanya saya pergi jalan-jalan untuk memotret budaya sebelum saya melukis di kanvas," ujarnya. 

Penulis: I Nyoman Mahayasa
Editor: I Putu Darmendra
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved