Lubang Ozon Seluas Pulau Greenland di Kutub Utara Dilaporkan Telah Tertutup, Begini Ungkap Ilmuwan

Kabar baik di tengah pandemi Covid-19, lubang ozon di belahan bumi utara atau Arktika (Kutub Utara) yang diketahui sebesar Pulau Greenland kini telah

Dok istimewa/Wikipedia
Kapal pemecah es di wilayah Arktika 

TRIBUN-BALI.COM - Kabar baik di tengah pandemi Covid-19, Lubang Ozon di belahan bumi utara atau Arktika (Kutub Utara) yang diketahui sebesar Pulau Greenland kini telah tertutup. 

Dilansir Tribun Bali via Kompas.com, lapisan ozon yang berfungsi sebagai pelindung bumi dari paparan cahaya matahari khususnya di Kutub Utara pada tahun 1988 dilaporkan terpantau sebuah Lubang Ozon

Masih mengutip sumber yang sama, pada akhir Maret 2020, Ilmuwan di Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS) melaporkan fenomena dengan apa yang mereka sebut "celah besar yang belum pernah terjadi sebelumnya" di atmosfer, menjulang di wilayah Arktika.

Dalam waktu relatif cepat, celah itu lantas berkembang menjadi lubang terbesar yang pernah mereka pantau di belahan bumi utara.

Lubang besar di atmosfer itu kira-kira ukurannya sebesar Pulau Greenland, yang membentang di permukaan lapisan es yang luas di wilayah kutub.

Namun demikian pada 23 April, ada kabar baik: "Lubang Ozon di Belahan Bumi Utara 2020 (2020 Northern Hemisphere) yang belum pernah terjadi sebelumnya telah berakhir," demikian cuitan CAMS dalam akun Twitternya.

Mengapa keberadaan ozon penting?

Keberadaan lapisan ozon menjadi penting, karena melindungi Bumi dari terpaan sinar matahari yang berbahaya.

Sebagian besar molekul ozon Bumi tersimpan di lapisan kedua atmosfer Bumi, yaitu di di stratosfer.

Pada ketinggian antara 10 hingga 40 km di atas Bumi, lapisan ozon merupakan salah-satu perisai paling efektif terhadap radiasi ultraviolet.

Halaman
123
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved