Lubang Ozon Seluas Pulau Greenland di Kutub Utara Dilaporkan Telah Tertutup, Begini Ungkap Ilmuwan

Kabar baik di tengah pandemi Covid-19, lubang ozon di belahan bumi utara atau Arktika (Kutub Utara) yang diketahui sebesar Pulau Greenland kini telah

Dok istimewa/Wikipedia
Kapal pemecah es di wilayah Arktika 

Adanya celah pada pelindung ini dapat memengaruhi laju pencairan es, memberi tekanan lebih besar pada sistem kekebalan organisme hidup dan meningkatkan risiko kanker kulit dan katarak bagi manusia.

Meskipun ada celah kecil di lapisan ozon di atas wilayah Kutub Utara sebelumnya, hal ini adalah "pertama kali Anda dapat berbicara tentang lubang ozon yang nyata di Kutub Utara", demikian menurut CAMS.

Bagaimana lubang itu muncul dan menghilang?

 Lubang ozon terbesar yang pernah ada di atas Kutub Utara akhirnya tertutup
 Lubang ozon terbesar yang pernah ada di atas Kutub Utara akhirnya tertutup (CAMS/BBC)

Lembaga CAMS mengatakan lubang yang tumbuh cepat itu merupakan dampak dari kondisi cuaca yang tidak lazim di wilayah Kutub Utara.

Ketika angin kencang menjebak udara dingin di atas lapisan es selama beberapa pekan secara berturut-turut, kondisi itu menciptakan apa yang oleh para ilmuwan disebut "pusaran kutub (polar vortex)" - kekuatan hebat yang berputar sendiri dan menghasilkan dampak yang cukup untuk merobek lubang ozon di lapisan stratosfer.

Meskipun celah itu sekarang tertutup, para ilmuwan mengatakan ozon bisa terbuka lagi jika kondisi meteorologis memungkinkannya.

"Lubang ozon Arktika ini sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kebijakan karantina wilayah ( lockdown) terkait virus corona, tetapi lebih disebabkan pusaran kutub yang kuat dan berlangsung lama," kata CAMS dalam sebuah cuitannya.

"Lubang Ozon ini pada dasarnya adalah gejala dari persoalan penipisan ozon yang lebih besar.

Kali ini lubang ozon di atas Kutub Utara tertutup karena siklus tahunan lokal, bukan penyembuhan jangka panjang.

Tapi, ada harapan: lapisan ozon juga dapat pulih, namun perlahan," tambahnya.

Halaman
123
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved