Breaking News:

Corona di Bali

Pemancing Nilai Pembatasan Aktivitas di Wilayah Gianyar Tak Adil

Seorang pemancing, Ketut Riawan, Selasa (5/5/2020) menilai pelarangan aktivitas keramaian di Kabupaten Gianyar, masih terkesan tumpang tindih.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
dokumen
Seorang pemancing di Pantai Lebih, Gianyar sebelum adanya pandemi covid-19. 

"Coba deh ke banjar-banjar, masih kok ada yang olahraga ramai-ramai. Malahan itu harusnya dilarang, selain ramai, mereka juga tidak memakai masker. Kalau mancing di pantai, kami pakai masker dan selop tangan supaya kulit tidak gosong," ujarnya.

Kepala Satpol PP Gianyar, I Made Watha mengatakan, pihaknya telah bersinergi dengan Satgas Gotong-royong Desa Adat untuk menertibkan olahraga yang menimbulkan keramaian.

"Untuk olahraga yang bergrup kita tetap tertibkan dan tegur, walaupun satu sisi olahraga itu penting untuk jaga kesehatan dan meningkatkan imun masing-masing. Di lapangan kita sudah bersinergi penertiban bersama satgas Gotong-royong desa adat dan dinas," ujarnya.

Watha mengatakan sudah pernah melakukan penertiban di beberapa wilayah.

Namun ia tak menyebut penertiban olahraga voli dan sepak bola.

Ungkap Kakak Kandung Terkait Meninggalnya Didi Kempot: Kalau Saya Prediksi, Ya Kecapekan

Soal Dan Kunci Jawaban TVRI SMP Selasa 5 Mei : Benarkah Umur Dedi Lebih Tua 30 tahun dari umur Andi?

"Kemarin sudah menertibkan senam, begitu juga di Desa Pejeng semua lapangan sudah tutup untuk kegiatan olahraga," tandasnya.

Pihaknya meminta secara tegas supaya tidak mengabaikan imbauan social distancing.

Sebab imbauan ini diberlakukan demi keselamatan semua masyarakat.

"Mari kita bekerja sama, patuhi imbauan, karena ini untuk kita bersama," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved