Ngaben Saat Pandemi Corona Viral, Perbekel Desa Sudaji Minta Maaf di Mapolres Buleleng

Ngaben Saat Pandemi Corona Viral, Perbekel Desa Sudaji Minta Maaf di Mapolres Buleleng

Istimewa
Proses Upacara Pengabenan di Desa Sudaji, Jumat (1/5/2020) lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA- Perbekel Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng Fajar Kurniawan pada Rabu (6/5) siang, mendatangi Polres Buleleng.

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada aparat kepolisian atas terjadinya kerumunan massa saat upacara pengabenan digelar pada Jumat lalu.

Dikonfirmasi melalui saluran telepon, Fajar mengaku mendatangi Polres Buleleng seorang diri. Kedatangannya itu diterima oleh KBO Reskrim Polres Buleleng, Iptu Dewa Sudiasa.

Dalam pertemuannya itu, Fajar mengaku sudah menyampaikan permohonan maaf terkait situasi dan kondisi yang terjafi di Desa Sudaji pada Jumat (1/5) lalu.

Ia pun berharap agar kasus ini bisa diselesaikan dengan kekeluargaan.

"Kami bukan sengaja membuat pertentangan ditengah wabah ini. Namun karena situasi dan kondisi geografis di Desa Sudaji,akhirnya membuat upacara itu membutuhkan banyak orang. Kami mohon kepada polisi agar bisa membijaksanai terkait situasi Yadnya ini. Kalau misalnya status tersangkanya bisa dicabut, kami sangat berterimakasih sekali," katanya.

Usai bertemu dengan pihak kepolisian, Fajar mengaku juga akan mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat Desa Sudaji, pada Jumat mendatang.

Dengan harapan agar permasalahan ini dapat segera diselesaikan.

"Jumat nanti saya akan rapat dengan tokoh-tokoh masyarakat. Biar ada win-win solution, sehingga masalah ini bisa cepat selesai," jelasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Tri Haryanto mengaku belum menerima informasi dari KBO terkait kedatangan Perbekel Desa Sudaji itu.

Permohonan untuk mencabut status Gede S sebagai tersangka, sebut Vicky sah-sah saja dilakukan.

Pihaknya pun akan mencoba mempertimbangkan permohonan itu bersama Kapolres Buleleng.

"Yang jelas kami akan kedepankan kepentingan yang lebih luas. Kami sesuai prosedur saja. Nanti akan dibicarakan dengan pimpinan. Tersangka tidak kami tahan, sementara hanya dikenakan wajib lapor," tutupnya.

Seperti diketahui, Polres Buleleng menetapkan Gede S selaku ketua panitia upcara pengabenan di Desa Sudaji. Gede S ditetapkan sebagi tersangka lantaran diduga gagal mengawasi proses pelaksanaan upacara pengabenan, hingga terjadi kerumunan warga.

Padahal, ditengaj wabah virus corona ini, pemerintah dan Kapolri telah mengeluarkan maklumat agar masyarakat tidak melakukan kegiatan yang mengumpulkan orang banyak. (rtu)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved