Tekan Kasus DB, Pemkab Buleleng Bagikan 500 Boks Bubuk Abate

Pemkab Buleleng membagikan sebayak 500 boks serbuk abate (obat pembunuh jentik nyamuk) di sejumlah wilayah yang masuk dalam zona merah

Pemkab Buleleng
Wakil Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra secara simbolis menyerahkan bubuk abate kepada perwakilan lurah dan perbekel. 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Sebagai upaya menekan kasus Demam Berdarah (DB) di Buleleng, Bali, pemerintah membagikan sebayak 500 boks serbuk abate (obat pembunuh jentik nyamuk) di sejumlah wilayah yang masuk dalam zona merah.

Wakil Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra dikonfirmasi Kamis (7/5/2020), mengatakan pembagian abate menjadi program pemerintah untuk mengurangi kasus DB di Buleleng.

Bubuk abate dapat ditebar di bak-bak penampungan air yang tidak bisa dikuras. 

"Bubuk abate untuk persediaan selama satu bulan ini cukup. Besok akan datang lagi abate dari Dinkes Provinsi. Kalau sekarang sudah ada 500 boks, sudah dibagikan ke zona merah seperti Kecamatan Buleleng, Tejakula dan Banjar. Abate ini paling efektif membunuh telur dan jentik nyamuk," terangnya.

Selain membagikan abate, Sutjidra mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M (Menguras, Mengubur dan Menutup) plus (menanam tanaman penghusir nyamuk seperti sereh dan pohon liligundi).

Terkait fogging, Sutjidra menyebut juga sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Buleleng, setiap pukul 03.00 dini hari, menggunakan mobil keliling sehingga tidak menimbulkan polusi.

Demikian dengan fogging khusus, juga dilakukan di sekitar wilayah terjadinya kasus DB.

"Fogging ini untuk membunuh nyamuk dewasa saja, dan kurang efektif. Makanya masyarakat juga harus mengukuti program 3M Plus juga. Masyarakat juga saya imbau tidur pakai kelambu agar nyamuk tidak masuk," jelasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Buleleng, sejak Januari hingga 20 April 2020, tercatat sebanyak 1.983 orang  didiagnosa terserang Demam Berdarah (DB).

Dari ribuan orang itu, lima diantaranya meninggal dunia.

Korban masing-masing berasal dari Desa Ambengan, Desa Pemaron, Desa Ringdikit, Lingkungan Banyuning Timur, dan Desa Sudaji.

Untuk zona merah atau jumlah penderita DB terbanyak tersapat di wilayah Kecamatan Buleleng dengan total 534 kasus, kemudian disusul Kecamatan Tejakula 300 kasus, selanjutnya Kecamatan Banjar 236 kasus, Kecamatan Sukasada 207 kasus, Kecamatan Seririt 199 kasus, Kecamatan Gerokgak 175 kasus, Kecamatan Busungbiu 120 kasus, Kecamatan Kubutambahan 108 Kasus dan terakhir Kecamatan Sawan 104 kasus.

 (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved