Corona di Bali

Penujualan Turun Drastis, Stok Garam Amed Bali Menumpuk Akibat Pandemi Covid-19

Stok garam Amed di Komunitas Masyarakat Perlindungaan Indikasi Geografis (MPIG) Garam Bali menumpuk dikarenakan turunnya penjualan akibat Covid-19

Tribun Bali/Saiful Rohim
Proses pembuatan garam amed di lahan pertanian Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) di Banjar Lebah, Desa Purwakerti, Karangasem, Bali, Jumat (15/11/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Stok garam Amed di Komunitas Masyarakat Perlindungaan Indikasi Geografis (MPIG) Garam Bali menumpuk dikarenakan turunnya penjualan akibat Covid-19.

Pasokan garam Amed saat ini mencapai sekitar 4 ton (4.000 kilogram).

Stok terhitung dengan sisa pembuatan 2019.

Ketua MPIG Gram Bali, I Nengah Suanda menjelaskan, stok garam menumpuk karena penjualan menurun drastis akibat penyebaran virus corona (Covid-19).

Penjualan turun hingga 60 persen lebih.

Sebagian besar hotel di Karangasem tak membeli garam lantaran hampir semua hotel memilih tutup.

"Stok garam menumpuk karena penjualan turun 60 persen. Hotel semula beli garam hingga puluhan kilo, kini berhenti karena tak beroperasi akibat Covid-19. Pembelinya sekarang dari luar Bali, seperti Jakarta, serta sekitar daerah di Jawa," jelas Ketua MPIG Garam Bali Nengaah Suanda, Kamis (7/5/2020) sore hari.

Stok garam yang ada sebagian belum dibungkus, dan ada juga yang sudah.

Sementara ini stok garam dibiarkan hingga ada pembeli.

Pihaknya berharap permintaan garam dari luar Bali mengalami peningkatan dengan harapan pasokan garam bisa habis terjual dan petani garam bisa mendapat pemasukan.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved