Virus Corona

Penelitian Ungkap Hubungan Kekurangan Vitamin D dan Tingkat Kematian Virus Corona

Tim peneliti menemukan hubungan kuat antara kekurangan vitamin D dan tingkat kematian dari virus Corona

Editor: Irma Budiarti
Pixabay
Ilustrasi covid-19. 

TRIBUN-BALI.COM - Tim peneliti menemukan hubungan kuat antara kekurangan vitamin D dan tingkat kematian dari virus Corona.

Pasien di negara-negara dengan tingkat kematian Covid-19 yang tinggi, seperti Italia, Spanyol dan Inggris, umumnya memiliki tingkat vitamin D lebih rendah dibandingkan pasien di negara-negara yang tidak terdampak parah.

Demikian temuan dari tim peneliti dari Northwestern University.

Mereka menganalisis data dari rumah sakit dan klinik di China, Prancis, Jerman, Italia, Iran, Korea Selatan, Spanyol, Swiss, Inggris, dan Amerika Serikat.

Para peneliti juga menemukan hubungan kuat antara kadar vitamin D dan badai sitokin, kondisi hiperinflamasi yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif ketika terinfeksi Covid-19.

"Badai sitokin sangat merusak paru-paru dan menyebabkan sindrom gangguan pernapasan akut dan kematian pada pasien."

Begitu kata Ali Daneshkhah, peneliti postdoctoral di McCormick School of Engineering Northwestern, dalam sebuah pernyataan.

"Inilah yang tampak menyebabkan sebagian besar pasien Covid-19 meninggal, jadi bukan rusaknya paru-paru oleh virus. Ini adalah komplikasi atas apa yang salah dari sistem kekebalan tubuh."

Namun, para ilmuwan juga mengingatkan agar kita tidak bergantung pada suplemen vitamin D saja.

"Meski saya pikir penting bagi orang untuk mengetahui kekurangan vitamin D dapat berperan dalam kematian, kita tidak perlu mendorong konsumsi vitamin D pada semua orang," kata Vadim Backman dari Northwestern, pemimpin studi.

Para ilmuwan mengatakan, mereka perlu melakukan lebih banyak penelitian guna memahami bagaimana vitamin D dapat digunakan dalam memberikan perlindungan terhadap komplikasi Covid-19.

(Kompas.com/Gading Perkasa)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Konsumsi Vitamin D Bisa Pengaruhi Angka Kematian Covid-19

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved