Akui Ada Judi Sambung Ayam Di Mengwi, Reskrim Polres Badung Hanya Lakukan Upaya Preventif

Akui Ada Judi Sambung Ayam Di Mengwi, Reskrim Polres Badung Hanya Lakukan Upaya Preventif

Tribun Bali/ Istimewa
Ilustrasi Judi Sabung Ayam atau Tajen 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Ditengah pemerintah gencar melakukan sosial distacing saat pademi Covid-19, di Desa Penarungan, Mengwi Badung malah ditemukan kegiatan judi sambung ayam. Kegiatan judi sambung ayam itu pun berlangsung dengan mengundang masyarakat "bebotoh" atau pemain judi.

Anehnya judi sambung ayam yang dilaksanakan sembunyi-sembunyi itu malah hanya dibubarkan begitu saja oleh jajaran reskrim Polres Badung. Bahkan kabarnya tokoh-tokoh yang menggelar judi sambung ayam atau tajen tidak di periksa sama sekali.

" ijin untuk kegiatan tersebut (Sambung ayam -red) sesuai dengan instruksi pimpinan kami kedepankan upaya pre emtif," Ujar Kasat Reskrim Polres Badung AKP Laorens R. Heselo saat dihubungi Minggu (10/5/2020) malam.

Upaya pre emtif yang dimaksud yaitu dengancara memberi imbauan. Jika upaya pre emtif dapat dilaksanakan atau di indahkan oleh warga maka barulah dilakukan atau tentunya tindakan penindakan. "represif kami tidak harus laksanakan, intinya sesuai dengan situasi sosial distensing tentunya ada langkah-langkah yang harus kita lakukan," ujarnya sembari mengatakan tidak semata-mata langsung lakukan penindakan hukum.

Meski demikian pihaknya mengaku sudah memberi peringatan agar diperhatikan kalo terjadi lagi maka akan langsung lakukan upaya tegas.

Hal itu pun sangat disayangakan, padahal kegiatan judi sambung ayam sudah bertentangan dengan undang-undang. Bahkan dengan situasi saat ini, kegiatan itu sudah melanggar atau tidak mematuhi maklumat Kapolri Nomor Mak/2/III/2020 tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Maklumat tersebut mengatur pembubaran kerumunan massa untuk mencegah penyebaran virus corona. Dalam maklumat tersebut, kegiatan perkumpulan massa yang dapat dibubarkan di antaranya kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazar, pasar malam, pameran, dan resepsi keluarga.

"Karena upaya pre-emtif jadi kami cuma imbauan dan pembubaran itu saja," pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi, SIK malah mengaku bahwa informasi judi sambung ayam yang viral di Media Sosial itu adalah informasi hoax. Bahkan pihaknya mengatakan sudah melakukan pengecekan, dan tidak ada sambung judi ayam. "Usah saya cari infonya, itu tidak ada. Hoax itu,"katanya.

Bahkan pihaknya malah menyarankan kalau benar ada sambung judi ayam, diminta untuk melaporkan, dan pihaknya akan menindak langsung. "Pokoknya kalau betul ada..silahkan di laporkan dan akan kita tindak," katanya sembari mengatakan kenapa infonya harus selalu dari medsos.

Menurut informasi dilapangan, sambung judi tajen berlangsung pada Sabtu (9/5/2020) sekitar pukul 10.00 wita. Bahkan pelaksanaan sambung judi sudah berlangsung selama 4 sampai 5 ronde. Lokasinya pun di dalam, untuk menuju lokasi harus masuk gang, hingga tidak terlihat dijalan besar atau kawasan penduduk. Karena undangan sambung judi bocor, jajaran reskrim Polres Badung pun langsung membubarkan.

Untuk diketahui, diwilayah hukum polres Badung sampai saat ini sudah ada dua kasus yang melanggar maklumat kapolri, hanya saja semua itu hanya diberikan imbauan. Pertama kasus bule atau wisatawan yang berulah, dengan membuat party di villa Ombak Luxury Residence yang beralamat di Jalan Pratu Rai Madra, Cemagi, Mengwi, Kecamatan Cemagi, Kabupaten Badung. Kasus itu pun sempat viral di media sosial, namun Polres Badung hanya memberikan imbauan tanpa adanya penindakan tegas. Kini pengerumunan orang kembali terjadi dalam kasus judi sambung ayam. Namun polres Badung tetap hanya memberikan imbauan saja. (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved