Breaking News:

Daftar Perusahaan yang Justru Melesat Saat Corona, Nintendo Jual 13 Juta Unit Game Dalam Enam Minggu

Berikut daftar perusahaan yang mengalami pertumbuhan bisnis di tengah pandemi Covid-19

Editor: Irma Budiarti
Pixabay
Ilustrasi nintendo. 

4. Publix dan Kroger

Peningkatan kebutuhan rumah tangga dan makanan telah menguntungkan beberapa pedagang grosir terbesar di AS, yang tetap terbuka sebagai bisnis penting.

Publix baru-baru ini mengatakan penjualan untuk tiga bulan pertama tahun ini melonjak 10 persen menjadi 1 miliar dollar AS dengan pertumbuhan penjualan mencapai 14,4 persen.

Kroger (KR) juga mendapat manfaat dari pandemi.

Toko grosir tersebut baru-baru ini mengatakan terjadi lonjakan penjualan hingga 30 persen (yoy) pada bulan Maret.

Barang terlarisnya adalah makanan kotak dan produk pembersih dan kertas. 

5. Beyond Meat

Pendapatan Beyond Meat (BYND) naik lebih dari dua kali lipat pada kuartal pertama.

Dalam tiga bulan pertama tahun ini, Beyond Meat mencatatkan penjualan mencapai 97,1 juta dollar AS, naik 141 persen dari 40,2 juta dollar AS pada periode yang sama tahun lalu.

Di Amerika Serikat, penjualan ritel tumbuh 157 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

6. 3M

3M (MMM) mengatakan virus tersebut mendorong "pertumbuhan kuat" untuk produk keamanan pribadinya, termasuk Alat Pelindung Diri (APD) dan masker respirator N95 yang dibutuhkan oleh para profesional medis.

Pendapatan kuartal pertama tumbuh hampir 3 persen menjadi 8,08 miliar dollar AS.

Itu didukung oleh pertumbuhan 21 persen di segmen layanan kesehatan dan 4,6 persen pada barang-barang konsumen, seperti spons Scotch-Brite.

7. Wayfair dan Overstock

Banyak orang merenovasi rumah atau kamar mereka di tengan pandemi.

Penjualan Wayfair (W) untuk kuartal terakhir meningkat 20 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Pengecer online itu mengatakan mengalami akselerasi kuat dalam pesanan pelanggan baru serta pesanan dilakukan secara berulang.

Wayfair mencatatkan pertumbuhan jumlah pesanan sebesar 21 persen menjadi 9,9 juta.

Rival Overstock (OSTK) juga mengatakan bahwa penjualan ritel April naik 120 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, dengan pertumbuhan terjadi dalam kategori perabot rumah tangga utama.

8. Slack dan Zoom

Akibat banyak orang harus bekerja dari rumah, aplikasi penyedia jasa layanan komunikasi jarak jauh seperti Slack dan Zoom pun digunakan di mana-mana.

Slack (WORK) Technologies mengatakan pihaknya menambahkan 9.000 pelanggan berbayar baru, meningkat 80 persen dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, antara 1 Februari dan 25 Maret 2020.

Tidak hanya mereka menambahkan lebih banyak orang, pengguna menjadi lebih sering bercakap-cakap melalui layanan mereka.

"Jumlah pesan yang dikirim per pengguna per hari meningkat rata-rata 20% secara global," kata Slack dalam siaran pers.

Zoom (ZM), alat konferensi video, jelas mencatatkan untung besar di tengah pandemi.

CEO Zoom Erick Yuan mengatakan perusahaan itu menampung 300 juta peserta rapat dala sehari.

Zoom sebelumnya mengatakan telah melampaui 200 juta peserta rapat harian di bulan Maret.

Harga sahamnya pun naik 120 persen untuk tahun ini.

(Kompas.com/Mutia Fauzia)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Di Tengah Pandemi, Bisnis Perusahaan-perusahaan Ini Malah Melesat

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved