Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung Gagal Kembangkan Benih Udang, Ini Penyebabnya

Kondisi kolam ikan yang dikelola Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung, mendapat sorotan Bupati Klungkung

Dok Klungkung
Kondisi kolam pembibitan yang dikelola Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung. Kolam itu mendapat sorotan dari Bupati Suwirta karena kondisinya keruh dan terkesan kurang terawat. 

Pihaknya sebenarnya telah merencanakan memanfaatkan sumur bor untuk pengairan kolamnya.

Bahkan hal ini sudah mendapat kajian dari Dinas PU.

Hanya saja karena pandemi Covid-19, rencana itu terpaksa harus tertunda karena semua anggaran fokus untuk penanggulangan Covid-19.

"Rencana di perubahan ini kami tambah sumur bor. Tapi kondisinya seperti ini, kami harus maksimalkan dulu yang ada saat ini," jelas Wayan Durma.

Menurut Wayan Durma, saat ini dirinya mengelola sekitar 15 kolam untuk pembibitan dan pembedaran berbagai jenis ikan, seperti ikan nila dan lele.

Sementara untuk budidaya udang masih belum bisa dikembangkan.

"Kondisi ikan sangat bagus, namun untuk udang kondisi airnya harus khusus. Misal ada air mengalir deras dan harus ada oksigen. Kondisi kolam saat ini, memang kurang sesuai lah dengan pembibitan udang," ungkap Durma.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta meminta Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Wayan Durma menjalin kerja sama dengan pihak yang lebih ahli dalam mengelola perikanan, khususnya ikan air tawar.

"Sehingga ke depan aset yang telah dibangun bisa dikembangkan dan bisa dirasakan manfaatnya bagi semua pihak, utamanya masyarakat," ungkap Suwirta.

(*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved