Ini Penyebab Air Laut Pasang di Beberapa Pantai Bali
Beberapa pantai di Bali, khusunya Pantai Sanur, Denpasar, mengalami gelombang pasang
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Beberapa pantai di Bali, khusunya Pantai Sanur, Denpasar, mengalami gelombang pasang.
Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Iman Fatchurochman mengatakan, telah terjadi gelombang tinggi di Selatan Bali dan Selat Badung.
"Konsisten sudah terjadi sejak Selasa (5/5/2020) lalu, dan BMKG juga sudah berikan peringatan dini terkait gelombang tinggi tersebut," ungkap Iman, Minggu (10/5/2020).
Iman menambahkan, di daerah selatan gelombang dapat mencapai 3,5 meter.
Menurutnya, dilihat dari stream line-nya terdapat pengaruh dari zona tekanan terendah di Laut Pasifik Utara Papua.
"Dengan adanya zona tekanan rendah ini, angin dari tekanan yang lebih tinggi pasti akan ke arah sana semua," imbuhnya.
"Semakin tinggi perbedaan antara tekanan pada zona tekanan rendah dengan daerah kita, maka semakin tinggi pula kecepatan anginnya," tambahnya.
Kecepatan angin yang tinggi ini menyebabkan gelombang tinggi.
Jadi sepanjang Selatan Jawa dan Selatan Bali terpengaruh zona tekanan rendah.
Air laut pasang ini sudah terjadi beberapa kali dalam setahun.
Apabila gelombang tinggi terus terjadi, akan menyebabkan abrasi pantai.
Sementara saat ini sebagian pantai sudah diisi batu-batu atau penghalang.
BMKG juga telah mengimbau masyarakat untuk mewaspadai aktivitas dini hari di pantai, seperti berenang atau mencari ikan dengan kapasitas kapal yang tidak memadai untuk gelombang tinggi.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gelombang-pasang-di-pantai-sanur-denpasar-bali-minggu-1052020.jpg)