Breaking News:

Corona di Bali

Seniman Mural Wild Drawing Garap Mural Tentang Pandemi Covid-19 di Kelurahan Tonja Denpasar

Saat masa pandemi Covid-19 ini, seniman mural Wild Drawing (WD) membuat sebuah mural yang mengangkat tema Covid-19

TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Mural karya seniman mural Wild Drawing di kebun milik Kupit Nosstres 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Saat masa pandemi Covid-19 ini, seniman mural Wild Drawing (WD) membuat sebuah mural yang mengangkat tema Covid-19.

Mural ini dibuatnya di Gang Pinguin, Banjar Tegeh Sari, Kelurahan Tonja, Denpasar tepatnya di tembok pada kebun milik Komang Guna Warma atau Kupit Nosstres.

Gambar dalam mural ini berupa dua orang manusia lelaki dan perempuan yang terpisah jarak, dimana di antara keduanya terdapat gambar virus.

Selain itu di belakang mereka juga terlihat biji-bijian yang mulai tumbuh.

Sisihkan Gaji Per Bulan, Polres Karangasem Bantu Warga Sekitar TPA Butus Karangasem

Hari Ibu Internasional 10 Mei, Ini Kumpulan Ucapan Hari Ibu Sedunia Bahasa Indonesia dan Inggris

Sebelum Wafat, Djoko Santoso Sempat Dirawat Setelah Operasi Pendarahan Otak, Begini Penjelasan RSPAD

Tak hanya itu, mural ini juga dilengkapi dengan tiga instalasi berupa biji-bijian yang mulai tumbuh.

Dalam akun instagramnya @wd_wilddrawing ia menuliskan,

“Pandemik corona adalah tentang jarak. Manusia dipaksa berjarak dengan rutinitas kesehariannya, berjarak dengan sesamanya bahkan dengan siapa yang di cinta. Pandemik ini juga tentang jeda. manusia bukanlah Yang Maha Kuasa yang mampu menaklukkan alam semesta beserta isinya. Manusia tak berdaya ketika sistem yang mereka jalani malah memberikan sakit, sakit yang mengajak manusia sejenak berhenti mengeksploitasi bumi,  berhenti untuk kita kembali mengoreksi diri. Jangan jangan pandemi ini hadir untuk “menyembuhkan” semua ini? atau hadir untuk memikirkan “benih” kehidupan yang baru? Itupun kalau manusia mau belajar darinya.”

Pemilik kebun, Kupit Nosstres yang ditemui, Minggu (10/5/2020) siang saat berkebun mengatakan mural ini dibuat dua minggu lalu dengan waktu pengerjaan selama satu minggu.

“Waktu pengerjaannya satu minggu. Soalnya dia santai mengerjakannya, sambil ngisi waktu,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved