Breaking News:

Corona di Bali

Transmisi Lokal Desa Bondalem Tertinggi di Bali, Koster Minta Masyarakat Patuhi Imbauan Gugus Tugas

Kasus transmisi lokal di Desa Bondalem Buleleng tergolong cukup tinggi di Bali

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Gubernur Bali Wayan Koster saat menyerahkan bantuan secara simbolis untuk warga Desa Bondalem, Buleleng, Bali, Minggu (10/5/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Kasus transmisi lokal di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali, tergolong cukup tinggi di Bali.

Secara kumulatif, warga Desa Bondalem yang terinfeksi virus corona sebanyak 31 orang.

Tujuh diantaranya sudah dinyatakan sembuh, dan 24 lainnya masih menjalani perawatan di RS Pratama Giri Emas dan RSUP Sanglah.

Dengan tingginya kasus transmisi lokal ini, Gubernur Bali Wayan Koster, Minggu (10/5/2020), mendatangi Desa Bondalem.

Ia datang memberikan 1.900 paket sembako yang berasal dari CSR BUMN dan Provinsi Bali.

Penyerahan paket sembako dilakukan secara simbolis di Kantor Perbekel Desa Bondalem.

Koster menyebut, saat ini ada tiga wilayah di Bali yang terpaksa diisolasi, karena terjadi kasus transmisi lokal penyebaran virus corona.

Tiga wilayah itu diantaranya Desa Abuan, Kabupaten Bangli, Kelurahan Padangkerta, Kabupaten Karangasem, dan Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula.

Dari tiga wilayah itu, Desa Bondalem tercatat sebagai kasus tertinggi.

Untuk itu, ia mengimbau Gugus Tugas Buleleng, TNI dan Polri melakukan pengawasan yang lebih ketat.

Pun warga Desa Bondalem juga diimbau mematuhi seluruh kebijakan yang diberikan oleh Gugus Tugas Buleleng agar penyebaran virus corona dapat ditekan.

"Transmisi lokal di Bondalem tertinggi di Bali, ada 31 kasus. Jadi harus betul-betul mendapat pengawasan ketat, karena jumlah terkonfirmasi positif cukup banyak, dan penularan lokal. Oleh karena itu Gugus Tugas Provinsi dan Kabupaten memutuskan melakukan isolasi. Sebab kalau tidak, akan berbahaya untuk warga Bondalem," terangnya.

Koster juga menilai, sejauh ini proses karantina yang dilakukan kabupaten atau kota sudah cukup efektif.

Hal ini ditunjukkan dengan tingkat kesembuhan mencapai 65 persen.

Demikian dengan perawatan yang sudah dilakukan Gugus Tugas Buleleng di RS Pratama Giri Emas, juga mendapat apresiasi dari Koster.

Pasalnya, secara kumulatif, jumlah PDP yang terkonfirmasi positif di Buleleng sebanyak 42 orang, sementara yang berhasil sembuh sebanyak 21 orang.

"Penanganan pasien positif di RS Giri Emas sudah bagus. Secara nasional pasien yang sembuh di Bali berada di kisaran 19 persen. Kalau di Bali tingkat kesembuhan 65 persen, tertinggi di Indonesia. Pemerintah pusat berharap Bali menjadi provinsi pertana terbebas Covid-19, untuk itu saya minta kepada masyarakat harus disiplin, jangan nakal, ngoyong jumah, sehingga ekonomi kita bisa kembali pulih," kata Koster.

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana menyebutkan, saat ini pihaknya sedang menambah dua ruangan untuk penanganan 8 pasien Covid-19 di RS Pratama Giri Emas.

"RS Giri Emas kami optimalkan terus. Karena ini masalah hati. Kasihan pasien kalau dirujuk ke Denpasar. Beban keluarganya berat, jauh-jauh ke Denpasar, nunggu di luar. Sehingga kami upayakan dirawat di Buleleng saja. Kasian pasiennya juga takutnya semakin drop karena Singaraja-Denpasar jauh," terang Agus. 

Tangkap PMI Membandel

Dalam sambutannya, Koster menyebut diperkirakan akan ada 16 kapal pesiar yang menurunkan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali.

Ia berharap para PMI mematuhi segala protokol penanganan Covid-19 yang telah dibuat Gugus Tugas Provinsi maupun Kabupaten.

Sehingga Bali bisa segera terbebas virus corona atau Covid-19.

Koster tidak menampik, penularan virus corona di Bali, sebagian besar sumbernya berasal dari PMI yang tidak disiplin, sehingga menularkan ke saudara atau tetangga.

Berkaca dari kasus itu, Koster pun meminta kepada TNI/Polri untuk menangkap para PMI yang tidak mematuhi protokol Covid-19.

"Di seluruh Bali hampir semua yang terkena Covid-19 sumbernya dari PMI yang tidak disiplin. Banyak PMI yang membandel dan sombong-sombong lagi. Kalau ada yg nakal, Kapolres dan Dandim saya minta ambil saja orangnya. Dari pada nyakitin. Sudah ditangani baik-baik, ngoceh dan bandel-bandel lagi. Semua jadinya terjangkit. Jadi kita betul-betul harus disiplin. Jangan ada yg nakal, sabar, di rumah saja, supaya pandemi ini cepat selesai. Supaya ekonomi cepat kembali normal," tutur Koster.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved