Gempabumi Tektonik 3,8 SR Guncang Kuta, BMKG Sebut Tak Berpotensi Tsunami

Dari hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan Magnitudo (M) sebesar 3,8 Skala

Pixabay
Ilustrasi gempa bumi. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Kadek Rika Riyanti

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Wilayah Kuta diguncang gempa bumi tektonik sekitar pukul 19.39 WITA, Senin (11/5/2020).

Dari hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan Magnitudo (M) sebesar 3,8 Skala Richter (SR).

Disebutkan, episenter terletak pada koordinat 8,99 LS dan 114,62 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 70 km Barat Daya Kuta Selatan - Bali, pada kedalaman 74 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng Indo – Australia terhadap lempeng Eurasia.

Belum Setor Laporan di Tengah Pandemi Covid-19, Kemenkeu Tunda Penyaluran DAU ke 353 Daerah

Warga di Bawah 45 Tahun Boleh Beraktivitas, Ini Alasan Pemerintah

I Made Keenan Prananda Wijaya, Nama Buah Hati Andhika Wijaya

Adapun danpak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Kuta II Modified Mercalli Intensity (MMI) di mana getaran yang dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar, Drs. M. Taufik Gunawan, Dipl SEIS menyampaikan pada rilisnya, hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami dan sampai saat ini belum menunjukkan adanya gempa bumi susulan.

“Hingga pukul 19:55 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan,” kata dia, Senin (11/5/2020).

Kematian Ibu Hamil di Bali Meningkat Selama Pandemi Covid-19, Terbanyak di Buleleng

Ini Kesaksian Taufik Hidayat dalam Sidang Eks Menpora Imam Nahrawi di Pengadilan Tipikor

Kepada masyarakat pihaknya mengimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Ia pula mengingatkan untuk memastikan informasi resmi yang diperoleh hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.(*)

Penulis: Ni Kadek Rika Riyanti
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved