Keuangan Menipis Saat Berada di Rumah Aja ? Cermat dalam Bertransaksi

Dengan aktivitas yang sepenuhnya dilakukan di rumah, tanpa sadar arus pemasukan dan pengeluaran pun terpengaruh.

Gambar oleh HeungSoon dari Pixabay
Foto ilustrasi seseorang yang sedang menghitung keuangannya 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Indonesia mengimbau masyarakatnya untuk menghabiskan waktu lebih banyak dirumah dan melakukan Physical Distancing  untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Karena hal tersebut, semua sekolah di Indonesia meliburkan para siswanya dan mengimbau para siswa melakukan belajar dari rumah.

Selain itu beberapa perusahaan juga memberikan kebijakan pada karyawannya untuk melakukan work from home (WFH)

Dengan aktivitas yang sepenuhnya dilakukan di rumah, tanpa sadar arus pemasukan dan pengeluaran pun terpengaruh.

5 Arti Mimpi Melihat Telur: Pertanda Kekayaan dan Kegembiraan

10 Serial Terbaru Netflix Tayang Bulan Mei 2020, Karya Orisinal Netflix Siap Menemani di Rumah Saja

Kartu Prakerja Belum Buka Pendaftaran Untuk Gelombang 4, Panji Winanteya Ungkap Alasannya

Bagi mereka yang diberhentikan atau dirumahkan oleh perusahaannya, mau tidak mau jadi kehilangan pemasukan bulanan.

Adapun yang masih mendapat gaji bulanan, tanpa sadar juga melakukan konsumsi yang tidak diperlukan, bahkan melebihi jatah hari biasa.

Namun, kita masih perlu melakukan transaksi harian dan bulanan seperti pembelian barang kebutuhan sehari-hari via online, pembayaran internet yang jadi penting selama work from home, atau sekadar top-up ojek online untuk beli makanan kesukaan.

Oleh karena itu, penting bagi kita intuk bertransaksi secara cermat selama masa pagebluk virus Corona.

"Terkadang kita masih belum sadar kalau transaksi sehari-hari bisa menimbulkan biaya ekstra di saat sebenarnya bisa banget untuk dihemat," kata CEO aplikasi solusi finansial OY! Indonesia Jesayas Ferdinandus dalam keterangannya, Rabu (22/4/2020).

Di masa yang tidak stabil ini, Yesayas mengingatkan masyarakat untuk bisa lebih bijak dalam bertransaksi termasuk mengatur keuangan dan terkontrol dengan baik.

“Salah satu pengeluaran sehari-hari yang dapat ditekan misalnya biaya transfer antar bank atau top up e-wallet, bayangkan jika sehari bertransaksi hingga 5 kali dan per transaksi dikenakan biaya hingga Rp 6.500 berapa banyak pemborosan yang terjadi? Apalagi kita akan sering melakukan pembelian online dan perlu melakukan top-up e-wallet atau e-money," ujar dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Di Rumah Aja Bikin Keuangan Menipis? Cermat dalam Bertransaksi", https://money.kompas.com/read/2020/04/22/181149626/di-rumah-aja-bikin-keuangan-menipis-cermat-dalam-bertransaksi.

Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved