Breaking News:

Corona di Bali

8 Titik Masuk Kota Denpasar Akan Dijaga Ketat Selama 45 Hari, Diharapkan Bisa Tekan Jumlah ODP & OTG

Penjagaan ini dilaksanakan bersamaan dengan rencana penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Denpasar

Penulis: Putu Supartika | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Rizal Fanany
Spanduk imbauan tidak menerima tamu di kawasan Banjar Bengkel, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, Bali, Minggu ( 10/5/2020). Jelang penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), beberapa desa dan kelurahan mengeluarkan imbauan tersebut guna mencegah penyebaran Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Penjagaan pintu masuk Kota Denpasar tahap pertama akan dilakukan mulai 15 Mei 2020.

Penjagaan ini dilaksanakan bersamaan dengan rencana penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Denpasar.

Pada tahap pertama akan dilaksanakan penjagaan selama 45 hari hingga 30 Juni 2020.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan yang dikonfirmasi Selasa (12/5/2020) mengatakan pelaksanaan pengamanan tahap pertama ini bertujuan untuk menekan jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Orang Dalam Pengawasa (ODP) di Kota Denpasar.

Daya Beli Masyarakat Turun Akibat Corona,Volume Sampah di Kota Amlapura Turun 5 Meter Kubik per Hari

CEO Tokopedia Kirim Surat ke Konsumen Jelaskan Soal Pencurian Data

5 Arti Mimpi Dikejar-kejar Seseorang, Memiliki Musuh Hingga Masalah Keuangan

Termasuk juga menekan kasus transmisi lokal Covid-19.

"Artinya kita lakukan untuk tahap pertama dulu dengan menjaga di 8 titik. Nanti kami lihat bagaimana perkembangannya, akan disesuaikan. Kalau misalnya naik, akan dilakukan yang tahap kedua lagi. Kami intervensi transmisi lokal agar terjadi penurunan jumlah OTG dan ODP," katanya.

Selain menekan ODP dan OTG juga masih ditemukan banyak masyarakat yang belum disiplin dengan tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak, hingga operasional tempat usaha yang lebih dari pukul 21.00 Wita.

Pos yang dijaga pada tahap pertama ini yakni Pos A. Yani, Pos Mahendrata-Gunung Salak, Pos Imam Bonjol - Gununga Galang, Pos Gatot Subroto - Kebo Iwa, Pos Biaung, Pos Trengguli - Penatih, dan Pos Pesanggaran.

"Kami tidak utamakan tempat posnya tapi operasional petugas yang menyebar ke perbatasan. Memang tahapan pertama 8 pos, nanti kami tindaklanjuti kondisi selanjutnya, mudah-mudahan tidak naik. Intinya kalau masuk ke Denpasar harus lakukan protokol kesehatan secara disiplin," katanya.

Dalam pelaksanaannya, petugas mengawasi setiap pengendara yang tak menggunakan masker.

Pengendara yang kedapatan tak menggunakan masker diminta berhenti dan diminta untuk mengenakan masker.

Selain itu, pengendara yang tak menggunakan masker juga dicek suhu tubuhnya.

Bahkan ada juga imbauan pembatasan bagi kendaraan penumpang.

Andre Taulany Jawab Soal Isu Keretakan Rumah Tangganya Tahun Lalu

Jumlah Pasien Meninggal Paling Banyak, BNPB Rekomendasikan Pemberlakuan PSBB di Seluruh Pulau Jawa

Pandemi Corona Mengganggu Tujuan Keuangan Pribadi? Lakukan Hal Ini

"Jika ada suhu tubuhnya sampai 38 derajat selsius ke atas kita langsung berkoordinasi dengan Tim Satgas Kota Denpasar, khususnya Dinas Kesehatan untuk mengambil tindakan scepatnya apakah melakukan rapid test dan karantina," katanya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved