Pemprov Bali Tambah Satu Laboratorium Lagi untuk Uji Spesimen Swab Covid-19

Kemampuan uji spesimen juga bergantung dari tipe mesin PCR yang nantinya dibeli.

Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Ketua Tim Deteksi Covid-19 Warmadewa Dewa Ayu Putri Sri Masyeni menunjukkan Laboratorium Biologi Molekuler Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa (Unwar) yang menjadi salah satu tempat melakukan pengecekan spesimen swab di Bali, Rabu (6/5/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menyiapkan satu laboratorium lagi untuk dijadikan sebagai tempat uji spesimen swab Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Laboratorium itu akan berada di Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya mengatakan Pemprov Bali masih berupaya mengadakan mesin reaksi rantai polimerase (polymerase chain reaction/PCR) yang akan ditempatkan di laboratorium tersebut.

"Saat ini sedang dalam proses pengadaan," kata Suarjaya saat dihubungi Tribun Bali melalui sambungan telepon di Denpasar, Selasa (12/5/2020).

Pengadaan mesin PCR tersebut rencananya dibeli menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Semesta Berencana Provinsi Bali tahun anggaran 2020.

Namun Suarjaya mengaku tidak mengetahui berapa harga dan di mana lokasi pembelian mesin PCR tersebut karena diurus oleh Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Bali.

Mengenai kemampuan laboratorium dalam melakukan uji spesimen, Suarjaya juga belum mengetahui secara pasti. Hal itu disebabkan karena kemampuan uji spesimen juga bergantung dari tipe mesin PCR yang nantinya dibeli.

"Nanti kalau seandainya sudah ada (kepastian), saya infokan berapa (jumlah spesimen yang bisa diuji). Saya belum tahu berapa kapasitasnya," kata dia.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, sampai saat ini Pemprov Bali telah memiliki tiga laboratorium yang bisa dipakai untuk uji spesimen swab.

Laboratorium itu berada di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar; Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas Udayana (Unud); serta di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa (Unwar).

Beroperasinya ketiga laboratorium untuk uji spesimen swab ini dipercaya akan mempercepat pelayanan penanganan Covid-19 di Bali, khususnya dalam mengetahui seseorang yang sedang dikarantina positif atau negatif Covid-19.

“Kalau hasilnya negatif, bisa cepat pulang ,” kata Koster saat menyambangi laboratorium di FKIK Unwar belum lama ini.

Diketahui, ketiga laboratorium itu bisa menguji sebanyak 490 spesimen swab dalam sehari.

Kemampuan spesimen swab sebanyak 490 itu di antaranya 150 spesimen di RSUP Sanglah Denpasar, 300 spesimen di RSPTN Unud dan 40 spesimen di FKIK Unwar. 

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: I Putu Darmendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved