Teller Bank Divonis Bebas di PN Gianyar

Terdakwa Ni Wayan Putri Lestari Dewi dibebaskan dari segala tuduhan, Selasa (12/5/2020).

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Foto: Suasana persidangan putusan teler bank di PN Gianyar, Selasa (12/5/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Terdakwa Ni Wayan Putri Lestari Dewi, seorang mantan teller yang dituduh menggelapkan uang senilai Rp 7 miliar di tempatnya bekerja, PT BPR Suryajaya Ubud bisa tersenyum, setelah hakim Pengadilan Negeri Gianyar yang diketuai Ida Ayu Sri Adriyanthi Astuti Widja, didampingi Wawan Edy Prastiyo,dan Ni Luh Putu Partiwi membebaskannya dari segala tuduhan, Selasa (12/5/2020).

Sebab Jaksa Penuntut Umum tidak mampu membuktikan bahwa terdakwa yang melakukan perbuatan tersebut.

Hal tersebut tertuang dalam putusan setebal 200 halaman lebih yang dibacakan di Ruang Sidang Chandra, Pengadilan Negeri Gianyar pada, Selasa, (12/5/2020), disaksikan penasehat hukum terdakwa I Wayan ‘Gendo’ Suardana, I Wayan Adi Sumiarta, bersama I Made Juli Untung Pratama dari Gendo Law Office.

Wabah Covid-19 Belum Berakhir, Denpasar Pertimbangkan PPDB Bagi Siswa dengan Orangtua Terdampak

Bantuan Sosial Tunai dari Kemensos Diberikan Kepada 2.202 KPM di Buleleng

Denpasar Rencanakan Test Swab Sasar OTG dan ODP di Lokasi Karantina

Dalam putusannya, atas fakta-fakta yang ditemukan saat berlangsungnya persidangan, majelis hakim menyatakan bahwa terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana yang didalilkan JPU dalam surat dakwaannya.

“Memerintahkan agar terdakwa segera dibebaskan setelah putusan ini dibacakan”, ujar hakim Wawan saat membacakan putusan.

Usai sidang, Gendo menegaskan, bahwa putusan dari majelis hakim tersebut patut disyukuri karena putusan tersebut bukan hanya untuk kepentingan terdakwa, melainkan untuk kepentingan publik, sehingga putusan ini membuktikan bahwa relasi yang lebih kuat tidak selamanya bisa semena-mena.

Lebih lanjut, dari putusan majelis hakim menunjukkan bahwa keadilan hukum di Indonesia masih ada.

Melalui putusan ini, orang yang tidak dapat terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, patut dibebaskan karena sesuai dengan prinsip hukum pidana yang menyatakan lebih baik membebaskan 1000 orang yang bersalah daripada menghukum orang yang tidak bersalah.

“Hari ini kami saksikan peristiwa itu”, tegasnya.

Lebih jauh, Gendo juga mengucapkan rasa hormatnya kepada Majelis Hakim yang memutus perkara tersebut.

Gendo menyampaikan bahwa majelis hakim dalam memutus perkara ini menguras energi dan pikiran, sehingga putusan yang dihasilkan memiliki arti yang besar dalam penegakan hukum di Indonesia.

“Saya mengapresiasi putusan dari Majelis Hakim, memberi hormat setinggi-tingginya karena putusan tersebut dapat memberi harapan penegakan hukum yang berkeadilan kepada publik”, ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved