Corona di Bali

Kemenparekraf Yakin Bali Akan Tetap Jadi Daya Tarik Wisatawan Usai Pandemi Covid-19

Bali diperkirakan tetap akan menjadi destinasi yang favorit wisatawan untuk dikunjungi usai pandemi COVID-19

Tribun Bali/Nyoman Mahayasa
Taman Ayun Barong Festival Regeneration and Superstar 2019 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Bali diperkirakan tetap akan menjadi destinasi favorit wisatawan untuk dikunjungi usai pandemi COVID-19, termasuk wisatawan asal Prancis yang menjadi salah satu negara potensial penyumbang wisatawan ke Indonesia.

Hal ini disampaikan Deputi Bidang Pemasaran Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Nia Niscaya melalui keterangan tertulisnya, Rabu (13/5/2020).

Nia menambahkan, Bali tetap akan menjadi favorit wisatawan karena selain memang menjadi salah satu destinasi yang selalu memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan, Bali juga merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki penyebaran COVID-19 yang terkendali.

"Meskipun Bali adalah pusat pariwisata di Indonesia dengan banyak wisatawan yang berkunjung ke pulau itu, tapi Bali bukanlah pusat pandemi COVID-19 di Indonesia," kata Nia Niscaya.

4 Artis Indonesia Ini Sampai Menangis Saat Nonton Drama Korea

Penggunaan Foto Nyonya Meneer di Produk Minyak Telon Digugat Ahli Waris

Update Covid-19: 109 Pasien Positif dalam Perawatan di Bali, 3.063 Kasus Telah Sembuh di Indonesia

Ia menjelaskan, kasus positif COVID-19 di Bali hingga saat ini tercatat sebanyak 328 kasus dengan 215 orang sembuh dan 4 orang meninggal.

Hal itu lantaran program pencegahan yang dijalankan pemerintah, baik pemerintah pusat dan daerah berjalan dengan baik.

"Ini karena masyarakat Bali dapat bersikap disiplin untuk tetap tinggal di rumah dan mematuhi perintah kepala desa dan pemimpin agama setempat. Jadi, budaya memainkan aturan penting dalam hal ini," imbuh Nia Niscaya.

Karena itu Nia memperkirakan Bali akan menjadi salah satu destinasi yang relatif lebih cepat pulih dan banyak dikunjungi wisatawan begitu pandemi dinyatakan usai.

"Bali telah sejak awal meningkatkan kewaspadaaannya terhadap COVID-19. Meskipun provinsi tersebut belum secara resmi memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), tapi sebagian besar tindakan pencegahan telah diambil," ungkapnya.

Nia menyampaikan Kemenparekraf akan menjadikan Bali sebagai pilot project untuk penerapan program CHS (Clean, Health, and Safety) untuk diterapkan di berbagai destinasi dan pengelola usaha pariwisata lainnya di Bali, seperti restoran dan hotel.

Selain Bali, pemerintah juga akan menjalankan program serupa di Yogyakarta, Kepulauan Riau, 5 destinasi super prioritas, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan nantinya di seluruh Indonesia.

"Melalui program CHS ini kami ingin destinasi benar-benar siap ketika kembali menerima wisatawan usai pandemi. Kami tidak mau turis mancanegara maupun lokal kecewa karena kami tidak siap. Kami akan mendorong industri untuk nantinya bisa menerapkan program CHS dengan baik," jelas Nia.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved