Ratusan Napi Asilimasi Berulah Setelah Dibebaskan, Mulai Mencuri Hingga Melakukan Pembunuhan

Dari 19 daerah itu, narapidana yang paling banyak kembali berulah ada di daerah Jawa Tengah (Jateng), Sumatera Utara (Sumut) dan Jawa Barat (Jabar).

Pixabay
Ilustrasi pelaku kriminal kejahatan 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Seratusan lebih mantan narapidana (napi) yang bebas karena program asimilasi kembali berulah dan meresahkan warga.

Para mantan narapidana itu menjadi penjahat kambuhan begitu kembali ke masyarakat.

Menurut Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan, hingga Selasa (12/5) kemarin tercatat ada 106 mantan narapidana program asimilasi dan integrasi yang kembali berulah di masa pandemi Covid-19.

”Sampai hari ini terdapat 106 narapidana asimilasi yang kembali melakukan tindak pidana,” ucap Ahmad di Mabes Polri.

Perkara 106 eks narapidana itu ditangani oleh 19 Polda, yakni Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Timur, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, Polda Metro Jaya, Polda Banten, Polda Kalimantan Barat, Polda Kalimantan Utara, Polda Kalimantan Timur, Polda Kalimantan Selatan dan Polda Sumatera Utara.

Dari 19 daerah itu, narapidana yang paling banyak kembali berulah ada di daerah Jawa Tengah (Jateng), Sumatera Utara (Sumut) dan Jawa Barat (Jabar).

"Ada 13 narapidana asimilasi di Jawa Tengah dan Sumatera Utara yang kembali melakukan tindak pidana, 11 narapidana asimilasi di Jawa Barat. Ketiga daerah itu menunjukkan angka tertinggi pengulangan tindak pidana," jelas Ahmad.

Adapun jenis kejahatan yang dilakukan para mantan narapidana asimilasi itu beragam, mulai dari pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekesaran (curas) serta curanmor.

”Tidak hanya itu mereka juga melakukan penyalahgunaan narkoba, penganiayaan dan pencabulan terhadap anak,” kata mantan Kapolres Palu itu.

Sebelumnya diketahui, sebanyak 38.822 narapidana dan anak telah dikeluarkan dari lembaga pemasyarakatan, rumah tahanan negara, dan lembaga pembinaan khusus anak untuk mengikuti program asimilasi dan integrasi.

Halaman
123
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved