Breaking News:

Corona di Bali

Saat Pandemi Covid-19 Warga Takut Donor Darah ke Luar Rumah, PMI Denpasar Jemput Bola ke Banjar

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Denpasar bekerjasama dengan Satgas Banjar Berdaya Covid-19 Tegeh Sari menggelar kegiatan sosial donor darah

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Kegiatan donor darah Banjar Tegeh Sari, Tonja, Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali, pada Rabu (13/5/2020). 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Denpasar bekerjasama dengan Satgas Banjar Berdaya Covid-19 Tegeh Sari menggelar kegiatan sosial donor darah di Banjar Tegeh Sari, Tonja, Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali, pada Rabu (13/5/2020).

Ketua Satgas Banjar Berdaya Covid-19 Tegeh Sari, Gede Mantrayasa mengatakan, kegiatan donor darah ini untuk menyalurkan aspirasi warga yang ingin mendonorkan darah akan tetapi takut ke rumah sakit atau keluar rumah pada masa pandemi ini.

Ia mengaku prihatin dengan maraknya informasi yang beredar bahwa PMI sampai kekurangan darah sehingga pihaknya berinisiatif menggelar kegiatan ini agar stok darah di PMI selalu terjaga.

"Banyak warga yang ingin donor darah tapi takut ke luar rumah, kami wadahi dengan bekerja sama PMI menggelar donor darah di Banjar. Tapi memang kami batasi jumlahnya, kita ajukan ke PMI, nanti setiap 3 bulan kami lakukan," kata Gede kepada Tribun Bali di sela kegiatan.

Tak Mau Bebankan Pemerintah di Tengah Pandemi Covid-19, Warga Bonjaka Perbaiki Jalan Secara Swadaya

Ini Kajian Balitbang Denpasar, Puncak Kasus Covid-19 di Denpasar Diprediksi 4-5 Juni 2020

WIKI BALI - Berkenalan dengan STMIK STIKOM Indonesia

Gede mengatakan, sesuai protokol kesehatan Covid-19 pihaknya tidak menargetkan kantong darah banyak-banyak untuk menghindari kerumunan dan menerapkan social distancing.

"Kegiatan ini hanya diikuti komunitas banjar, memang tidak kita targetkan banyak, ada 25 orang yang ingin mendonorkan darahnya namun karena ada masalah tensi dan kesehatan lainnya akhirnya terkumpul 18 kantong darah, kami bersyukur," katanya.

Sementara itu, Koordinator Kegiatan Donor Darah, Kadek menjelaskan, kegiatan ini merupakan sebuah sinergi antara PMI dengan elemen masyarakat untuk menjaga pasokan darah di PMI agar tetap aman.

"Pada masa pandemi Covid-19 kami membutuhkan stok darah, jumlah pendonor jauh berkurang, banyak yang tidak berani ke rumah sakit takut ke luar, kalau dilakukan di banjar jauh lebih aman dan lebih bagus dengan menerapkan protokol kesehatan. Rencananya akan digencarkan dari banjar ke banjar secara aktif dan rutin," ujar Kadek. (*).

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved