Beredar Video di Medsos Air Laut Masuk Dek Kapal, Syahbandar Gilimanuk: Bukan di Selat Bali

Beredar di media sosial rekaman video cuaca ekstrem yang diduga terjadi di perairan Selat Bali

TRIBUN BALI
ILUSTRASI PENYEBERANGAN - Aktivitas penyeberangan Gilimanuk, Bali, Jumat (29/11/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRAA - Beredar di media sosial rekaman video cuaca ekstrem yang diduga terjadi di perairan Selat Bali.

Dalam video tersebut, truk di dek kapal terlihat terombang-ambing ke kanan dan kiri karena empasan gelombang tinggi, bahkan air laut sampai masuk dek kapal.

Gelombang tinggi dalam video itu dikatakan menerjang sebuah kapal yang berlayar di perairan yang menghubungkan Jawa dan Bali, Rabu (13/5/2020) malam hari.

Kepala Syahbandar Gilimanuk, Ketut Arya Dana ketika dikonfirmasi mengatakan, meski Rabu malam memang terjadi gelombang tinggi, namun video yang beredar di media sosial itu bukan terjadi di Selat Bali.

"Tidak ada kejadian malam kemarin. Saya sudah cari informasi ke petugas," ucapnya kepada wartawan, Kamis (14/5/2020).

Menurut dia, truk itu awalnya dikira diangkut Kapal Munic V, yang melayani penyeberang Gilimanuk-Ketapang.

Namun, saat dicek ke nahkoda Kapal Munic V, ia mengatakan memang terjadi gelombang tinggi, namun tidak sampai terjadi peristiwa seperti dalam video tersebut.

"Jadi informasi itu tidak jelas, dan bukan kejadian di Selat Bali," bebernya.

(*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved