Breaking News:

Titian Wilaras Dititipkan di Rutan Polresta Denpasar, Setelah Menjadi DPO Mabes Polri Tahun 2019

Setalah buron sejak bulan Desember 2019 dan masuk daftar pencarian orang (DPO) Mabes Polri, Bos BPR Legian akhirnya ditangkap

Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Irma Budiarti
Polresta Denpasar
Rutan Mapolresta Denpasar tempat penitipan tahanan Titian Wilaras. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setalah buron sejak bulan Desember 2019 dan masuk daftar pencarian orang (DPO) Mabes Polri, Bos BPR Legian Titian Wilaras (55), akhirnya berhasil ditangkap dan kini dititipkan sementara di Rutan Mapolresta Denpasar.

Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi saat dikonfirmasi Rabu (13/5/2020), membenarkan titipan tahanan Kejari Denpasar tersebut.

"Iya sudah berada di sel Rutan Mapolresta Denpasar sejak kemarin (Selasa), dia merupakan tahanan titipan dari Kejari Denpasar," ujarnya.

Bos BPR Legian yang juga pemegang saham tempat hiburan malam di Kuta, Badung, Bali, Sky Garden ini, sebelumnya menjadi DPO Mabes Polri setelah kasus dugaan korupsi yang dilakukan Titian Wilaras terendus penegak hukum.

Titian Wilaras yang merupakan pemegang saham pengendali (PSP) diduga kuat dengan sengaja menyuruh direksi atau pegawai BPR Legian melakukan tindakan yang menyebabkan bank tidak melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan dalam melaksanakan perintah Undang-Undang yang berlaku.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan Otoritas Departemen Jasa Keuangan (Pro Justicia), Titian Wilaras menyuruh direksi bank seperti Direktur Utama BPR Legian, Direktur Kepatuhan, Kepala Bisnis, General Affair dan HRD melalui pesan WhatsApp untuk mentransfer uang.

Uang yang ditransfer tersebut dipergunakan Titian Wilaras untuk memperkaya diri dan kepentingan pribadinya.

Akibat tindakan tersebut, Titian Wilaras dipastikan telah melanggar ketentuan Undang-Undang, dengan Pasal 50 A UU RI Nomor 7 Tahun 1992.

Pasal tersebut berkaitan dengan perbankan sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 10 Tahun 1998.

Sementara itu dari keterangan lainnya, Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar I Gusti Ngurah Agung Ari Kesuma dihubungi terpisah mengatakan, Titian Wilaras menjadi tahanan Kejari selama 20 hari ke depan.

"Kami telah menerima pelimpahan tersangka (Titian Wilaras) dari penyidik OJK dan dalam 20 hari ke depan kami akan limpahkan ke Pengadilan Negeri Denpasar," ujarnya.

Selain itu, sejak surat dengan nomor DPO/09/PPNS/XII/2019/Bareskrim dikeluarkan, Titian Wilaras telah menjadi DPO Mabes Polri.

Dalam surat tersebut dijelaskan perintah penangkapan Titian Wilaras, yang telah dikeluarkan berdasarkan surat Kabareskrim Polri pada tanggal 4 Desember 2019.

Surat Kabareskrim tersebut keluar dengan nomor SP.KAP/29/PPNS/XII/2019/Bareskrim.

Kuat dugaan Titian Wilaras menggunakan penyelewengan dana nasabah BPR Legian untuk membeli apartemen, mobil hingga pistol.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved