Tujuh Bulan Bebas, Adnyana Kembali Masuk Bui Karena Kasus Narkoba

Tujuh bulan menghirup udara bebas, Komang Tri Adnyana kini kembali masuk bui karena kasus narkoba

Polres Bangli
Tunjukkan barang bukti - Adnyana ketika menunjukkan barang bukti narkoba, dan dua anggota Satres Narkoba ketika menunjukkan barang bukti berupa alat hisap dan timbangan elektrik, Rabu (13//5/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Tujuh bulan menghirup udara bebas, Komang Tri Adnyana kini kembali masuk bui.

Kasus yang menjerat pria 39 tahun itu pun sama, yakni kasus narkoba.

Informasi yang dihimpun, pria asal Desa Yehembang Kangin, Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali, itu diamankan hari Senin (11//5/2020) sekitar pukul 14.00 Wita.

Adnyana diamankan saat berada di Jalan Brigjen I Gusti Ngurah Rai, tepatnya di depan SMAN 1 Bangli, dan langsung digiring ke Polres Bangli untuk dilakukan interogasi.

Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi ketika dikonfirmasi, Rabu (13//5/2020), membenarkan ihwal penangkapan pelaku narkoba tersebut.

Dari tangan pelaku, lanjutnya, polisi mengamankan satu plastik klip bening berisi narkoba jenis sabu dengan berat 0,28 gram bruto, atau 0,10 gram netto.

“Paket narkoba itu ditempel dengan potongan lakban warna cokelat, dimasukkan dalam potongan pipet plastik, dibalut tisu dan dibungkus dengan bekas bungkus rokok. Oleh pelaku, paket tersebut diambil dan selanjutnya disimpan pada dashboard depan sepeda motor,” ungkapnya.

AKP Sulhadi mengungkapkan, Adnyana diketahui merupakan residivis kasus yang sama, dan bebas pada Oktober 2019 lalu.

Dari pengakuan pelaku, lanjut AKP Sulhadi, Satres Narkoba juga telah melakukan pengembangan pada hari Selasa (12//5/2020), di kediaman pelaku.

Pada pengembangan tersebut, polisi mengamankan satu unit timbangan elektrik, satu bungkus plastik klip, satu bong, tiga pipet kaca, dan sebagainya.

“Yang bersangkutan mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang berinisial BL asal Denpasar. Kami masih melakukan proses pengembangan lebih lanjut untuk mengungkap siapa BL ini,” katanya.

Atas Tindakan yang dilakukan, Adnyana dijerat pasal 112 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana paling lama 12 tahun penjara, serta denda paling banyak Rp 8 miliar.

Disamping itu, ia juga dijerat pasal 144  UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika setiap orang yang dalam jangka waktu tiga tahun melakukan pengulangan tindak pidan Narkotika.

(*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved