Corona di Bali

Begini Peran Tujuh Tersangka Pengedar Surat Kesehatan Palsu di Gilimanuk

Pertama surat keterangan sehat dengan kop surat Puskesmas II Denpasar Barat dan kop surat dari dokter praktik swasta.

Dok
Sat Reskrim Polres Jembrana berhasil membekuk para pelaku pemalsuan surat keterangan sehat yang beredar di kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Kamis (14/5/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Tujuh tersangka pengedar surat kesehatan palsu akhirnya diringkus petugas Polres Jembrana dengan jajaran Polsek Kawasan Laut Gilimanuk.

 Ternyata dalam praktiknya ada dua buah surat palsu yang beredar.

 Pertama surat keterangan sehat dengan kop surat Puskesmas II Denpasar Barat dan kop surat dari dokter praktik swasta.

Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, ada dua kelompok pemalsu surat.

Pelaku Curat Spesialis Toko Konter HP di 4 TKP Berhasil Dibekuk Tim Resmob Polresta Denpasar

Pemalsu Surat Sehat di Gilimanuk Ditangkap, Ternyata Diperoleh dari Hasil Memungut di Minimarket

Satu PMI Asal Tejakula Buleleng Positif Corona

Kelompok pertama yakni, Ferdinan Marianus Nahak sebagai sopir travel, kemudian Putu Bagus Setya Pratama, pengurus travel di Gilimanuk dan Surya Wira Pratama penjual surat kesehatan ke Putu Bagus.

Dari kelompok pertama ini, Ferdinan berperan mendapat surat keterangan sehat tersebut.

Kemudian, surat itu diserahkan ke Putu Bagus.

Putu menyuruh Surya untuk memperbanyak blangko.

Tersangka Surya Wira Hadi Pratama sendiri merupakan petugas percetakan dari Gilimanuk yang berperan menawarkan adanya blangko kesehatan kosong dan memperbanyak suket (surat keterangan) sehat palsu.

Mereka ditangkap Kamis (14/5/2020) pukul 00.30 di Lingkungan Jineng Agung, Gilimanuk.

"Jadi kelompok pertama kami amankan pada dini hari dari penyelidikan mendalam mengenai suket kesehatan palsu itu," ucapnya Jumat (15/5/2020) dalam siaran persnya.

Sedangkan empat tersangka kelompok kedua, ditangkap Kamis (14/5) pukul 13.00 diantaranya Widodo seorang tukang ojek asal Gilimanuk.

 Dia berperan membuat atau memperbanyak blangko suket palsu dan menjualnya.

Ivan Aditya asal Jember yang juga sebagai tukang ojek berperan bersama Roni Firmansyah menjual blangko suket palsu. 

Ini Strategi Bertahan HIPMI Bali di Tengah Pandemi Corona 

Ramalan Zodiak 16 Mei 2020: Scorpio Dapat Banyak Pujian, Taurus Jangan Egois dan Memaksakan Kehendak

30 Tim Medis Covid-19 Klungkung Diusulkan Terima Insentif, Ini Rinciannya

Pelaku Roni Firmansyah asal Gilimanuk yang bersama Ivan menjual blangko suket palsu.

Serta pelaku Putu Endra Ariawan asal Gilimanuk yang bersama Widodo menjual blangko suket  palsu. Keempat tersangka ini melakukan aksinya Selasa (12/5) malam.

Dari tangan mereka berhasil diamankan sejumlah barang bukti baik suket kesehatan palsu, HP, printer dan uang.

Kini mereka diamankan di Polres Jembrana dan dijerat pasal 263 atau 268 KUHP tentang membuat surat keterangan palsu atau membuat surat keterangan dokter yang palsu dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

"Kami kembangkan lagi dan menangkap empat tersangka lain dan berbeda kelompok," bebernya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved