Breaking News:

Corona di Bali

Bergerak Bantu Tenaga Medis Tangani Covid-19, Aliansi Mahasiswa FK Bali Lakukan Ini

Aliansi Mahasiswa FK Bali bergerak mengandalkan algoritma interaksi virtual melalui media sosial untuk penyebaran informasi terkait donasi dan distrib

Istimewa
Aliansi Mahasiswa FK Bali serahkan bantuan ke sejumlah Rumah Sakit rujukan Covid-19, Jumat (15/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Kadek Rika Riyanti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Aliansi Mahasiswa FK Bali kumpulkan donasi dengan total Rp 120.089.303 melalui hasil penggalangan dana yang telah dimulai sejak 28 Maret 2020.

Aliansi Mahasiswa FK Bali yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Fakultas Kedokteran Warmadewa, dan Fakultas Kedokteran Pendidikan Ganesha bergerak mengandalkan algoritma interaksi virtual melalui media sosial untuk penyebaran informasi terkait donasi dan distribusinya.

Hal ini dilakukan berlandaskan rasa keprihatinan dan kepedulian di tengah pandemi Covid-19, karantina, dan imbauan jaga jarak antarsatu dengan yang lainnya, yang kemudian tercetus sebuah pertanyaan, apa yang bisa dilakukan mahasiswa Fakultas Kedokteran?

PKM di Denpasar Sebabkan Kerumunan dan Kemacetan, Dishub Akan Batasi Penyetopan Pengendara

Pelaksanaan PKM di Pos Penatih Denpasar, Sempat Terjadi Kemacetan, Saat Ini Mulai Lengang

Bupati Aceh Tengah Diancam Dibunuh Wakilnya Sendiri Saat Rapat Covid-19, Begini Cerita Awalnya

Terlebih pula, belum adanya kompetensi untuk menangani penderita, berbenturan dengan imbauan untuk tidak turun ke jalan, namun di saat yang sama, berita dan kabar tentang kesulitan tenaga medis tak bisa disangkal.

“Saat gerakan Bali Lawan Corona awalnya dirancangkan terbentuk, terdapat 6 dokter yang meninggal selama menangani Covid-19. Saat gerakan Bali Lawan Corona awalnya dirancangkan terbentuk, foto-foto kurangnya alat perlindungan diri yang memadai bukan hanya bisa ditemukan setiap hari di media sosial, tetapi juga dapat ditemukan secara nyata di rumah sakit-rumah sakit rujukan di Bali,” ujar I Made Gustama Heryawan, selaku ketua BEM FK Unud, Jumat (15/5/2020).

Dijelaskan, pada tanggal 28 Maret 2020, akhirnya mahasiswa FK Bali bergerak.

Melalui penggalangan dana yang juga dimulai pada hari yang sama. Sampai akhirnya, pada 15 Mei 2020, tercatat 314 donasi telah dilakukan dengan total dana Rp 120 juta lebih.

Ungkap Fakta Unik Bali yang Tidak Terapkan PSBB, Sri Mulyani: Desa Adat Punya Disiplin Luar Biasa

Setelah Pandemi Covid-19 Berakhir, 4 Hal Ini Akan Pengaruhi Harga Tiket Pesawat

Terbitkan Perpres Baru, Presiden Jokowi Kini Berkuasa Penuh Angkat, Mutasi, hingga Pecat PNS

Menurut Gustama, fokus dari gerakan ini adalah menyediakan Alat Perlindungan Diri (APD) yang sebanyak-banyaknya untuk disidtribusikan ke rumah sakit rujukan Covid-19.

Adapun bantuan-bantuan tersebut sudah diserahkan ke RSUD Sanjiwani Gianyar, RSUP Sanglah Denpasar, RS Tabanan, dan IDI Buleleng Singaraja berupa masker bedah, hand sanitizer, hazmat, handscoen, dan sebagainya.

Pihaknya mengatakan, gerakan ini tentu saja tidak akan berhasil tanpa dukungan, baik secara fisik dan secara moral, oleh seluruh masyarakat Bali dan teman-teman calon tenaga medis lainnya.

Waspadai Siklon Tropis Vongfong di Bali, Kecepatan Angin Bisa Capai 15 Km/ Jam

Gerakan ini diharapkan dapat menjadi contoh untuk bentuk-bentuk gerakan ke depannya yang harus mampu berimprovisasi mengikuti keadaan.

“Donasi ini diharapkan pula dapat benar-benar membantu penanganan pandemi ini, di Indonesia dan terkhususnya di Bali,” tandasnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved