Berita Banyuwangi

Gentong Seribu, Cara Kecamatan Sempu Banyuwangi Tangani Dampak Covid 19

Camat Sempu, Kholid Askandar menyebut program ini sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu.

Istimewa
Gentong Seribu Cara Kecamatan Sempu Banyuwangi Tangani Dampak Covid 19 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Warga Kecamatan Sempu membantu mereka yang membutuhkan akibat dampak dari Covid 19, lewat program Gentong Seribu.

Gentong Seribu adalah Gerakan Gotong Royong Sedekah Seribu.

Di mana program ini, warga Sempu mengumpulkan uang secara ajeg untuk digunakan membantu warga.

Camat Sempu, Kholid Askandar menyebut program ini sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu. 

Pakar Epidemologi Prediksi 40.000 Kasus Covid-19 Baru Akan Terjadi di Jawa Akibat Mudik

PSSI Bakal Gelar Rapat Darurat 29 Mei 2020 Bahas Kelanjutan Liga 1 dan Liga 2

Denpasar Terapkan PKM, Pedagang Bermobil Mulai Bermunculan di Gianyar

Setiap minggu, warga menyumbang untuk lalu dikumpulkan di kas kecamatan.

"Alhamdulillah, setiap bulan bisa terkumpul belasan juta, ya minimal Rp 10 juta. Dana ini lalu kami gunakan untuk membantu sesama. Misalnya yang ada warga miskin yang butuh sembako, ya kami beri. Yang rumahnya rusak, kami perbaiki. Pokoknya untuk meringankan warga miskin," kata Kholid.

Khusus masa pandemi covid 19 ini, sumbangan diarahkan untuk mereka yang juga terdampak covid.

Kecamatan bekerja sama dengan organisasi kemasyarakatan, seperti Muslimat dan Anshor untuk pendataan warga terdampak.

"Kami cek mana warga yang benar-benar perlu diprioritaskan mendapat bantuan. Setelah data terkumpul dan divalidasi, kemudian bantuan langsung diantar ke masing-masing rumah. Bantuan sembako ini kami bungkus layaknya parcel," kata Kholid.

Kholid tidak menampik jika saat ini warga yang perlu mendapat bantuan terus meningkat.

Namun, kata dia, seiring dengan bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten pihaknya merasa sangat terbantu dengan banyaknya program bansos ini.

"Nah, dana Gentong Seribu ini bisa kami gunakan untuk mereka yang belum sama sekali tersentuh dari skema bantuan yang ada. Belum lagi ada, sumbangan dari para ASN, jadi cakupan bantuan yang disalurkan lebih luas," jelasnya.

Kholid juga mengajak berbagai pihak untuk bahu-membahu membantu warga. Kalangan pengusaha dan institusi dirangkul.

“Saat pertama kali gencar-gencarnya covid 19, kami bekerjasama dengan para pemilik toko alat-alat pertanian. Kami membuat disinfektan dalam jumlah besar secara gratis dan disemprotkan di tempat-tempat umum,” tutur Kholid.

Terungkap, Ini Modus 7 Tersangka Pemalsu Surat Keterangan Bebas Corona di Gilimanuk

Indonesia Belum Putuskan Keberangkatan Jemaah Haji, Singapura Tunda sampai 2021

Bagi Sembako dan Doa Bersama Anak Yatim, PKB Bali Berharap Pandemi Corona Cepat Berakhir

“Saya juga sangat berterima kasih dengan kepedulian para pengusaha disini. Mereka tak hanya  menyalurkan bantuannya lewat posko, banyak juga yang langsung menyalurkan ke warga. Ada pula pengusaha yang menyumbang 3.000 masker,” katanya. (*)

Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved